Kolaborasi Cookie Cove dan Make-A-Wish®️ Indonesia Wujudkan Harapan Gadis Penderita Leukimia Bernyanyi di Atas Panggung

Harapan Almira untuk bernyanyi di atas panggung merupakan wish ke-30 yang telah Make-A-Wish Foundation Indonesia wujudkan.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 06 Mei 2025, 08:00 WIB
Almira, gadis penderita Leukimia asal Pandeglang, yang tampil solo dalam acara Collaborative Charity Concert “The Gift of Music" yang berlangsung di Fine Arts Theatre, Jakarta Intercultural School, Pondok Indah, Jakarta, pada Minggu (4/5/2025). (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Impian seorang gadis berusia 11 tahun bernama Almira yang menderita leukimia, untuk bernyanyi di atas panggung dan disaksikan banyak penonton akhirnya dapat terwujud berkat kolaborasi apik antara Cookie Cove bersama Make-A-Wish®️ Indonesia.

Dengan kostum yang mengagumkan, Almira menyanyikan lagu secara solo berjudul "First Love" dalam acara Collaborative Charity Concert “The Gift of Music" yang berlangsung di Fine Arts Theatre, Jakarta Intercultural School, Pondok Indah, Jakarta, pada Minggu (4/5/2025).

Suara merdu Almira menggetarkan hati para penonton. Di tengah nada-nada yang keluar dari bibirnya terdengar penuh harapan dan kekuatan.

Sorot kamera dan antusiasme para penonton di JIS menciptakan atmosfer magis, menunjukkan bahwa sebuah impian bisa menjadi sumber semangat untuk menghadapi tantangan hidup. 

Tercapainya impian Almira tak lepas dari kontribusi Cookie Cove dan Make-A-Wish®️ Indonesia.

 

Almira yang tampil solo dalam acara Collaborative Charity Concert “The Gift of Music" yang berlangsung di Fine Arts Theatre, Jakarta Intercultural School, Pondok Indah, Jakarta, pada Minggu (4/5/2025). (Dok. Istimewa)

Melalui kerja sama dengan Make-A-Wish®️ Indonesia, Cookie Cove terlibat dalam program "Adopt A Wish" yaitu mewujudkan impian Almira, gadis asal Pandeglang, Banten, yang penderita Leukimia untuk bernyanyi di atas panggung.

Dalam program ini, Cookie Cove berdonasi sebesar Rp15 juta rupiah untuk membantu sang anak mewujudkan impiannya.

"Kami tahu tentang Make-A-Wish®️ Indonesia dari iklan di Instagram. Setelah itu kami langsung menghubungi mereka lewat email dan akhirnya terlibat dalam program 'Adopt A Wish'. Donasi dari kami digunakan untuk biaya les vokal dan mewujudkan mimpinya tampil di depan umum," jelas Chelsea.

Chelsea mengaku bahagia bisa mewujudkan harapan Almira untuk bernyanyi di atas panggung.

"Rasanya luar biasa bisa membantu seseorang mencapai harapannya, apalagi dalam kondisi seperti Almira. Itu menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi kami," kata Chelsea.

Dirinya pun berharap Cookie Cove bisa membantu lebih banyak anak, memberi dampak positif, dan jadi bagian dari perubahan. Setelah berdonasi untuk mewujudkan harapan Almira, Cookie Cove bersiap untuk melakukan donasi selanjutnya.

Co-Founder Cookie Cove, Chelsea Purnama dan Joelle Wiyono bersama Almira. (Dok. Istimewa)

Cookie Cove merupakan bisnis kue home made yang didirikan oleh siswi SMA Jakarta Intercultural School (JIS), Chelsea Purnama dan Joelle Wiyono.

Di balik kelezatan kue buatan Cookie Cove yang berdiri Oktober 2024 ini, tersimpan misi mulia untuk tentang menebar kebahagiaan dan kepedulian. Setiap pekan, Cookie Cove merilis dua varian rasa cookies yang berbeda, sebuah ide yang terinspirasi dari bisnis cookie Amerika, Crumbl, yang terkenal dengan inovasi rasa mingguan.

Bagi Chelsea dan Joelle, Cookie Cove bukan sekadar bisnis untuk menyalurkan hobi dan membahagiakan konsumen tetapi juga bisa memberikan dampak nyata bagi orang lain. Di mana sebagian dari hasil keuntungkan disalurkan untuk membantu orang lain.

"Kami menyumbangkan 50% dari keuntungan untuk donasi, khususnya ke anak-anak seusia kami yang kurang beruntung," kata Co-Founder Cookie Cove, Chelsea di Jakarta, Minggu (4/5/2025).

Make-A-Wish®️ Indonesia Apresiasi Kepedulian Cookie Cove

Foto: CEO Make-A-Wish Indonesia, Imelda Tanoyo bersama Co-Founder Cookie Cove, Chelsea Purnama dan Joelle Wiyono dan penerima harapan “Make A-Wish Indonesia”, Almira.

CEO Make-A-Wish®️ Indonesia, Imelda Tanoyo mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Chelsea Purnama dan Joelle Wiyono.

"Anak-anak muda seperti Chelsea dan Joelle yang menyumbangkan 50% hasil penjualan kukisnya untuk Make-A-Wish adalah contoh nyata kepedulian sosial. Mereka benar-benar merasakan makna dari upaya mereka, karena ikut langsung dalam prosesnya, bahkan ikut menjemput Almira. Ini membuat empati mereka tumbuh lebih dalam," kata Imelda.

Imelda menceritakan saat Cookie Cove menggalang dana, pihaknya sudah memiliki kerja sama dengan beberapa rumah sakit seperti RSIA Harapan Kita, RS Dharmais dan RS Cipto Mangunkusumo. 

"Anak-anak yang menjadi penerima harapan, seperti Almira, merupakan pasien yang dirujuk oleh rumah sakit, bukan yang mendaftar sendiri. Setelah menerima nama anak, proses yang kami lakukan disebut wish journey atau ‘perjalanan harapan’. Ini adalah proses standar yang dilakukan oleh Make-A-Wish di seluruh dunia, dan kami mengikuti SOP internasional," jelas Imelda.

Pada tahap awal, Make-A-Wish®️ Indonesia memberikan booklet kepada anak. Di dalam booklet itu, anak bisa menggambarkan atau menuliskan harapannya.

Setelahnya booklet dikembalikan ke Make-A-Wish®️ Indonesia lengkap dengan data pribadi anak dan rekomendasi medis dari dokter. Tahap selanjutnya adalah wawancara langsung dengan anak.

"Dalam kasus Almira, dia menyatakan keinginannya menjadi penyanyi. Ini masuk ke dalam kategori I want to be. Kami di Make-A-Wish membagi jenis harapan menjadi empat I want to go, I want to have, I want to be, dan I want to meet," ujar Imelda.

 

Co-Founder Cookie Cove, Chelsea Purnama dan Joelle Wiyono bersama Almira. (Dok. Istimewa)

Setelah tahu Almira ingin menjadi penyanyi, Make-A-Wish®️ Indonesia mulai mendesain pengalaman yang bisa membuat dia merasa benar-benar menjadi penyanyi. Dari les vokal, rekaman di studio, dan persiapan tampil di atas panggung. 

"Kami juga kirimkan kostum untuk perform. Semua ini diberikan secara bertahap agar dia terus semangat menantikan hari besarnya. Efek psikologisnya sangat positif. Menurut orang tuanya, Almira menjadi jauh lebih semangat menjalani pengobatan," kata Imelda.

Setelah harapan terealisasi, Imelda mengatakan peran Make-A-Wish®️ Indonesia pun selesai dan akan fokus untuk mewujudkan harapan-harapan lainnya.

"Tugas Make-A-Wish hanya sampai mewujudkan harapan itu. Hingga saat ini, sudah ada 60 harapan anak yang kami wujudkan. Target awalnya 30, tapi kami bisa melampaui itu karena dukungan yang luar biasa," ujarnya.

Imelda berharap ke depan, semakin banyak orang tahu tentang Make-A-Wish®️ Indonesia dan yang tergerak untuk membantu dan menciptakan harapan yang mengubah hidup bagi anak-anak dengan penyakit kritis.

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya