Korban Banjir Bojongkulur Bogor Desak Percepatan Normalisasi Sungai: Kami Tak Mau Tenggelam

Ribuan warga Perumahan Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor turun ke jalan melakukan aksi damai mendesak pemerintah mempercepat proyek normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Dia tak ingin normalisasi baru dikerjakan di 2028, sementara ancaman banjir besar terus menghantui.

oleh Achmad SudarnoDiterbitkan 04 Mei 2025, 20:40 WIB
Ribuan warga terdampak banjir di Bojongkulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor menggelar aksi damai mendesak pemerintah mempercepat proyek normalisasi sungai. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Ribuan warga Perumahan Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat turun ke jalan melakukan aksi damai, Minggu (4/5/2025).

Dalam aksinya, ribuan korban banjir ini mendesak pemerintah pusat untuk melakukan percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas.

Aksi damai diawali warga dengan melakukan long march dari lingkungan masing-masing sambil membentangkan spanduk, di antaranya bertulisan "Kami Tidak Mau TENGGELAM Lagi.. Kami Meminta PERCEPATAN Normalisasi Sungai Cileungsi Cikeas".

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas(KP2C), Puarman mengatakan pemerintah berencana melakukan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, pasca-banjir belum lama ini. Namun, Kementerian Pekerjaan Umum baru memulai pengerjaan kontruksi pada tahun 2028 mendatang.

"Normalisasi yang direncanakan pemerintah waktunya terlalu lama. Tahun 2025-2026 penyiapan lahan oleh Pemda, tahun 2027 proses lelang, dan tahun 2028 dimulai pengerjaan fisik," ujar Puarman.

Puarman menjelaskan, kondisi sungai tersebut saat ini baik di hulu maupun hilir sudah rusak, sehingga banjir besar dapat mengancam di kemudian hari.

 

Bakal Surati Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi masyarakat terdampak banjir di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 8 Maret 2025. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sedangkan menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), banjir besar yang dikenal dengan siklus lima tahunan, ke depan bisa menjadi tiga tahunan. Bahkan, dimungkinkan terjadi banjir tiap tahun dengan potensi volume yang sama dengan banjir siklus lima tahunan.

"Jika tidak ada upaya percepatan, kami khawatir tahun 2028 kami bisa tenggelam," ungkap Puarman.

Sementara itu, Koordinator Aksi Damai, Syamsudin menyampaikan bahwa aksi ini diikuti oleh warga yang terdampak banjir di Bojongkulur dan sekitarnya.

Puncak dari aksi damai ini adalah surat terbuka kepada Presiden, Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Bogor meminta percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas.

"Setelah Surat Terbuka dibacakan, esoknya langsung kami antar langsung kepada Presiden, Gubernur Jabar dan Bupati Bogor," tutup Syamsudin.

Infografis Banjir Jabodetabek. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya