Pertama di Dunia, Ukraina Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia dengan Drone

Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan komentar atas klaim dari Ukraina.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 04 Mei 2025, 17:05 WIB
Serangan itu termasuk yang pertama terhadap Kyiv, ibu kota Ukraina, dalam hampir dua bulan, meskipun tidak ada laporan target yang terkena. (AP Photo/Bernat Armangue)

Liputan6.com, Kyiv - Ukraina mengklaim telah berhasil menembak jatuh jet tempur Su-30 Rusia menggunakan rudal yang diluncurkan dari drone laut, dalam apa yang disebut sebagai insiden pertama di dunia.

Menurut pernyataan dari badan intelijen militer Ukraina (GUR) yang disampaikan di media sosial pada Sabtu, jet tersebut ditembak jatuh pada Jumat oleh satuan Grup 13 di atas perairan dekat Novorossiisk, pelabuhan utama Rusia di Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan komentar atas klaim ini. Namun, seorang blogger pro-pemerintah Rusia yang dikenal dengan nama Rybar, mengonfirmasi insiden tersebut di Telegram, menyebutkan bahwa pilot berhasil melontarkan diri dan kemudian diselamatkan oleh pelaut sipil.

Sementara itu, Wali Kota Novorossiisk mengumumkan keadaan darurat pada Sabtu setelah serangan drone Ukraina menghantam terminal gandum dan beberapa bangunan tempat tinggal, menyebabkan lima orang luka-luka, dikutip dari laman The Guardian, Minggu (4/5/2025).

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak tawaran gencatan senjata tiga hari yang diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Zelenskyy menyebut tawaran itu hanya sebagai "sandiwara" dan menegaskan bahwa Ukraina hanya bersedia menerima gencatan senjata penuh.

"Ini hanya pertunjukan dari pihaknya. Dalam dua atau tiga hari, mustahil untuk merancang langkah nyata untuk mengakhiri perang," ujar Zelenskyy dalam pidatonya pada Jumat, yang baru dipublikasikan Sabtu.

Moskow mengklaim bahwa gencatan senjata yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan pada 9 Mei bertujuan untuk menguji kesiapan Kyiv dalam mencapai perdamaian jangka panjang. Namun, Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, memperingatkan bahwa Kyiv mungkin tidak akan bertahan hingga 10 Mei jika Ukraina melancarkan serangan terhadap Moskow selama perayaan tersebut.

 

Kremlin Tolak Usulan Kyiv

Tim penyelamat dari Layanan Darurat Negara Ukraina terus bekerja mencari korban di sebuah gedung bertingkat yang rusak akibat ledakan serangan pesawat tak berawak di Kyiv, pada tanggal 30 Oktober 2024. (Anatolii STEPANOV/AFP)

Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak akan "bermain sandiwara demi menyenangkan Putin" pada 9 Mei, dan Kremlin tetap menolak usulan Kyiv dan Washington untuk gencatan senjata penuh selama 30 hari.

Di tempat lain, serangan drone Rusia pada Sabtu malam di Kyiv melukai sedikitnya 11 orang, termasuk dua anak-anak, serta menyebabkan kebakaran di beberapa gedung apartemen. Menurut kepala administrasi militer Kyiv, puing-puing dari drone yang berhasil dijatuhkan menyebabkan kebakaran di distrik Obolonskyi dan Sviatoshynskyi. Beberapa mobil juga dilaporkan terbakar. Sebanyak 76 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kobaran api tersebut.

Selain itu, penembakan Rusia di wilayah Donetsk pada Sabtu menewaskan dua orang, sedangkan serangan drone di kota Kherson merenggut satu korban jiwa lainnya. Di wilayah Cherkasy, serangan drone Rusia juga memicu beberapa kebakaran, meski tidak ada korban luka berdasarkan laporan awal.

Infografis Perang Ukraina Vs Rusia Masuki Tahun Ke-3 dan Klaim Tentara Tewas. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya