BMKG: Gempa Magnitudo 7,4 Jadi Guncangan Terbesar dalam 115 Tahun di Chile

Gempa terjadi pada pukul 07.58 waktu setempat. Gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami dan tidak berdampak pada aktivitas kegempaan di Indonesia.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 04 Mei 2025, 16:03 WIB
gempa bumi berkekuatan 8,3 skala Richter mengguncang ibu kota Cile, Santiago, disusul Tsunami

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi dahsyat magnitudo 7,4 mengguncang Drake Passage, Chile, pada Jumat (2/5/2025) waktu setempat. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ini merupakan gempa terbesar yang pernah tercatat di kawasan tersebut dalam 115 tahun terakhir.

"Menurut catatan sejarah, gempa bumi Magnitudo 7,4 di Drake Passage telah diklasifikasikan sebagai yang terkuat dalam 115 tahun. Magallanes dan Tierra del Fuego belum pernah terguncang sekuat ini sejak 17 Desember 1949," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono pada kepada Liputan6.com pada Sabtu (3/5).

Gempa terjadi pada pukul 07.58 waktu setempat dengan episenter terletak di koordinat 56,94° LS dan 68,06° BB pada kedalaman 19 kilometer. Daryono menyebut bahwa gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Antartika. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bermekanisme naik (thrust fault).

Meski guncangan terasa kuat, gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami dan tidak berdampak pada aktivitas kegempaan di Indonesia.

Peta tingkat guncangan menunjukkan intensitas mencapai VI MMI, di mana getaran dirasakan semua penduduk, menyebabkan plester dinding runtuh dan kerusakan ringan. Hingga Sabtu (3/5) pukul 01.25 WIB, tercatat 18 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar magnitudo 6,5 dan terkecil magnitudo 4,2.

Pihak berwenang di Chile sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun peringatan tersebut telah dicabut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya