Kashmir Pakistan Perintahkan Penimbunan Pangan di Tengah Ketegangan dengan India

India dan Pakistan, yang sama-sama mengklaim wilayah Kashmir secara penuh, telah beberapa kali berperang memperebutkan wilayah pegunungan ini sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada tahun 1947.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 Mei 2025, 08:04 WIB
Tentara paramiliter India berpatroli di pasar yang ramai di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis, (24/4/2025). (Dok. AP/Dar Yasin)

Liputan6.com, Islamabad - Pemerintah di Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Jumat (2/5/2025) mengimbau warga yang tinggal dekat perbatasan de facto dengan India untuk menimbun bahan makanan, menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah serangan mematikan bulan lalu.

India menuduh Pakistan berada di balik penembakan terhadap warga sipil di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India, pada 22 April. Serangan itu menewaskan 26 orang.Namun, Islamabad membantah tuduhan tersebut. Kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini kemudian saling menjatuhkan sanksi diplomatik sebagai bentuk balasan.

Selama delapan malam berturut-turut, India dan Pakistan saling melepaskan tembakan di sepanjang Garis Kontrol (Line of Control atau LoC), yaitu perbatasan militer yang memisahkan wilayah Kashmir yang diperebutkan.

"Instruksi telah dikeluarkan untuk menimbun persediaan makanan selama dua bulan di 13 daerah pemilihan yang berada di sepanjang LoC," kata perdana menteri Kashmir yang dikuasai Pakistan, Chaudhry Anwar ul Haq, kepada parlemen daerah pada Jumat.

"Pemerintah daerah juga telah membentuk dana darurat sebesar 1 miliar rupee untuk menjamin ketersediaan makanan, obat-obatan, dan seluruh kebutuhan pokok lainnya di 13 wilayah tersebut."

Dia menambahkan, "Alat berat milik pemerintah maupun swasta juga telah dikerahkan untuk menjaga kelancaran akses jalan di wilayah-wilayah sekitar LoC."

Di Muzaffarabad, ibu kota wilayah tersebut, puluhan pengunjuk rasa turun ke jalan dalam aksi yang digalang oleh koalisi politik Kashmir.

"Aksi unjuk rasa ini adalah bentuk solidaritas terhadap militer Pakistan," kata Farooq Rahmani, salah satu penyelenggara aksi, kepada AFP.

"Jika India melakukan tindakan nekat, kami siap memberikan respons yang tegas."

India Rencanakan Serangan Militer?

Tentara India berjaga di tepi Danau Dal di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis (24/4/2025). (Dok. AP/Mukhtar Khan)

Serangan di Kashmir India dan meningkatnya ketegangan setelahnya — termasuk pengusiran diplomat dan penutupan jalur perbatasan — telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik berskala besar antara India dan Pakistan.

Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa (29/4) telah memberi militer "kebebasan operasional penuh" untuk merespons serangan tersebut.

Sementara itu, Pakistan menyatakan awal pekan ini bahwa mereka memiliki "bukti kredibel" India sedang merencanakan serangan militer dalam waktu dekat dan menegaskan bahwa serangan apa pun akan dibalas dengan tindakan yang setimpal.

Karena kekhawatiran akan eskalasi militer, pihak berwenang di Kashmir Pakistan menutup lebih dari 1.000 sekolah agama selama 10 hari pada Kamis.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya