BANK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah RI Bareng Muhammadiyah

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 03 Mei 2025, 06:00 WIB
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 30 April 2025, di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

"Kolaborasi ini menjadi pijakan penting dalam membangun sinergi menuju ekosistem syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan," jelas Koko Tjatur Rachmadi, Sabtu (3/5/2025).

Visi Misi Sejalan

Kerja sama ini didasarkan pada semangat berkemajuan dan nilai-nilai Islam, sejalan dengan visi besar Muhammadiyah dalam membangun Indonesia yang sejahtera.

Bank Aladin menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan syariah, tetapi juga memperkuat kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional berbasis prinsip syariah.

Fokus pada Edukasi Digital dan Peningkatan Literasi

Dalam implementasinya, Bank Aladin Syariah akan memberikan pelatihan dan edukasi mengenai keamanan siber kepada anggota Muhammadiyah dan amal usaha di bawah naungan organisasi tersebut.

"Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keamanan data di era digitalisasi yang berkembang pesat," tegas Koko.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, Bank Aladin juga meluncurkan program beasiswa bagi mahasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan tinggi berkualitas yang selaras dengan kebutuhan zaman dan nilai-nilai persyarikatan.

 

Jadi Tren Positif

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut positif kemitraan ini dan menekankan bahwa perbankan syariah harus memberikan manfaat luas bagi umat, termasuk memperhatikan secara serius sektor UMKM.

Ia menegaskan bahwa peran lembaga keuangan tidak boleh terbatas pada aspek bisnis semata, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan filantropi.

Ke depan, kedua pihak berencana mengeksplorasi peluang kerja sama lebih luas dalam mendukung penguatan ekonomi syariah nasional.

Melalui kolaborasi ini, Bank Aladin Syariah dan Muhammadiyah berharap dapat menciptakan sistem ekonomi yang profesional, transparan, dan berdaya saing, sekaligus memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat Indonesia.

Pendapatan Operasional Bank Aladin Syariah Melesat di 2024

Bank Aladin Syariah. (Liputan6.com/ist)

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2024. Bank digital berbasis syariah pertama di Indonesia ini mencatat pendapatan operasional hampir dua kali lipat menjadi Rp613 miliar, dari Rp334 miliar pada tahun sebelumnya.

Dikutip dari keterangannya, Senin (28/4/2025), lonjakan ini terutama didorong oleh pertumbuhan margin, peningkatan bagi hasil, serta pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang melonjak hampir lima kali lipat menjadi Rp154 miliar.

Dari sisi aset, Bank Aladin mencatat pertumbuhan 32% menjadi Rp9,36 triliun, didukung ekspansi pembiayaan musyarakah yang naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp4,1 triliun.

Dana pihak ketiga dari simpanan mudharabah juga meningkat signifikan menjadi Rp5,4 triliun, mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap layanan syariah digital Bank Aladin.

Meningkatnya pembiayaan sepanjang 2024 tidak mengorbankan kualitas portofolio Bank Aladin. Penerapan manajemen risiko yang disiplin membuat tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) tetap rendah di 0,03%.

Hal ini menunjukkan efektivitas strategi Bank Aladin Syariah dalam menjaga kualitas aset di tengah ekspansi agresif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya