Gua Ngingrong, dari Hutan Angker Jadi Destinasi Wisata Edukatif dan Seru

Kini, Gua Ngingrong bukan hanya tempat untuk menikmati pemandangan jurang yang dalam sambil duduk santai di Pasar Wisata Ngingrong, tetapi juga menawarkan berbagai wahana seru dan edukatif.

oleh Arief MuhammadDiperbarui 04 Mei 2025, 16:16 WIB
Wisata Gua Ngingrong di Gunungkidul.

Liputan6.com, Gunungkidul - Siapa bilang kawasan hutan selalu tertutup bagi pengembangan pariwisata? Wisata Gua Ngingrong di Gunungkidul membuktikan bahwa dengan regulasi yang tepat dan kerja sama yang sah, lahan kehutanan bisa disulap menjadi destinasi wisata menarik tanpa melanggar aturan lingkungan.

Di tengah tantangan regulasi yang kerap membatasi pembangunan di area kehutanan—baik hutan produksi, lindung, maupun kemasyarakatan—Gua Ngingrong tampil sebagai contoh sukses pengelolaan wisata berbasis konservasi. Terletak di kawasan hutan yang dulunya dianggap "angker", tempat ini kini ramai dikunjungi wisatawan.

“Awalnya tidak diperbolehkan, karena berada di kawasan hutan. Tapi kemudian ada perubahan regulasi yang memungkinkan, asal melalui prosedur yang benar,” ujar Oki, pimpinan pengelola Wisata Gua Ngingrong.

Menurut Oki, pengelolaan kawasan wisata di area kehutanan harus melibatkan lembaga legal seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi. Kerja sama pun dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, yang berkantor di kawasan Baciro, Yogyakarta.

Wahana Seru, Edukasi, dan Wisata Alam SekaligusKini, Gua Ngingrong bukan hanya tempat untuk menikmati pemandangan jurang yang dalam sambil duduk santai di Pasar Wisata Ngingrong, tetapi juga menawarkan berbagai wahana seru dan edukatif. Mulai dari flying fox setinggi 60 meter dengan panjang lintasan 150 meter—tersedia dalam versi single seat (Rp35.000 / WNA Rp50.000), superman (Rp50.000 / WNA Rp75.000), hingga tandem (Rp70.000).

Pencinta petualangan juga bisa mencoba wisata susur gua, dengan tarif bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp500.000, tergantung pada gua yang dijelajahi, tingkat kedalaman, serta fasilitas yang digunakan. Selain itu, tersedia juga paket outbound, camping, wisata budaya seperti rasulan atau bersih desa, hingga paket tur desa dalam sehari (one day tour). Fasilitas lain yang bisa disewa antara lain pendopo limasan, saung, hingga ATV.

Pasar Wisata Ngingrong sendiri hanya buka setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 06.00 pagi, menyuguhkan aneka kuliner dan kerajinan lokal.

Destinasi Wisata Edukasi Kelas DuniaTak hanya untuk rekreasi, Gua Ngingrong juga menjadi lokasi wisata edukasi yang diminati kalangan akademik. Kawasan ini merupakan bagian dari Geosite Ngingrong Gunungsewu UNESCO Global Geopark, yang memiliki nilai penting untuk penelitian geologi dan pendidikan.

“Tujuan kami ke sini bukan hanya jalan-jalan, tapi juga untuk mengenal karakter kawasan karst secara langsung,” ungkap Alfa, dosen dari Fakultas Geografi Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang datang bersama tiga bus rombongan mahasiswa.

Informasi lebih lanjut mengenai wisata ini dapat diakses melalui Instagram @Geosite_Ngingrong dan Facebook "Goa Ngingrong".

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya