Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga tembus posisi 6.800 pada perdagangan Jumat (2/5/2025). IHSG menghijau di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,72% ke posisi 6.815,73. Indeks LQ45 menanjak 0,24% ke posisi 763,34. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.818,28 dan level terendah 6.765,85. Sebanyak 315 saham menguat sehingga angkat IHSG. 306 saham melemah dan 187 saham diam di tempat.
Pada Jumat ini, total frekuensi perdagangan tercatat 1.182.319 saham dengan volume perdagangan 20,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 11,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.429.Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing beli saham Rp 133,18 miliar. Namun, sepanjang 2025, investor asing masih mencatat aksi jual mencapai Rp 50,58 triliun.
Sektor saham cenderung beragam. Sektor saham basic dan infrastruktur masing-masing menguat 1,6% dan 1,52%, serta catat penguatan terbesar. Lalu sektor saham energi bertambah 0,41%, sektor saham kesehatan naik 1,12%, sektor saham keuangan menguat 0,68% dan sektor saham properti menanjak 0,87%.
Sementara itu, sektor saham consumernonsiklikal turun 0,81%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham industri susut 0,11%, sektor saham consumer siklikal melemah 0,08%, sektor saham teknologi susut 0,24% dan sektor saham transportasi terpangkas 0,25%.
Jelang akhir pekan, saham BMRI ditutup menghijau. Saham BMRI naik 1,43% ke posisi Rp 4.960 per saham. Harga saham BMRI dibuka naik ke posisi Rp 4.980 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.890 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.980 dan level terendah Rp 4.910 per saham. Total frekuensi perdagangan 22.004 kali dengan volume perdagangan 1.468.008 saham. Nilai transaksi Rp 727,8 miliar.
Saham MENN ditutup stagnan di posisi Rp 43 per saham. Harga saham MENN berada di level tertinggi Rp 44 dan level terendah Rp 42 per saham. Total frekuensi perdagangan 582 kali dengan volume perdagangan 204.808 saham. Nilai transaksi Rp 870,8 juta.
Sentimen IHSG
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, kenaikan IHSG sejalan dengan kawasan bursa regional Asia yang bergerak menguat. Hal ini dipengaruhi oleh harapan dari hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.
“Dari mancanegara, China mengatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan perundingan perdagangan setelah berbagai upaya penjangkauan oleh AS untuk memulai negosiasi tarif,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Sebelumnya, China mengisyaratkan ketersediaan untuk terlibat dalam pembicaraan perdagangan dengan AS.
Juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa pejabat AS telah menghubungi beberapa kali melalui saluran yang relevan untuk memulai negosiasi tarif, yang meningkatkan sentimen pasar.
“Hal itu tentunya terupdate mengenai kemungkinan langkah menuju proses negosiasi mengenai masalah tarif, sehingga dapat meredakan ketegangan tarif,” demikian seperti dikutip.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi April 2025 sebesar 1,17 persen secara bulanan, secara tahunan inflasi mencapai 1,95 persen, atau masih dalam kisaran target bank sentral sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Indeks manufaktur Indonesia April 2025 mengalami fase kontraksi, yang mana data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global menunjukkan aktivitas manufaktur Indonesia pada April 2025 berada di level 46,7 dibandingkan dari bulan sebelumnya berada di level 52,4.
Penurunan aktivitas itu seiring adanya penurunan tajam dalam volume produksi dan pesanan baru. Melemahnya data aktivitas manufaktur itu akan mengancam terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Pelaku pasar berharap peran pemerintah dalam memberikan stimulus dan juga berharap bank sentral memberikan ruang untuk pemangkasan suku bunga acuannya.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham JATI melonjak 34%
- Saham UNTD melonjak 31,65%
- Saham KONI melonjak 24,81%
- Saham LEAD melonjak 23,38%
- Saham DKFT melonjak 22,90%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham MTFN melemah 20%
- Saham SMIL melemah 14,67%
- Saham NAIK melemah 14,63%
- Saham MDRN melemah 12,50%
- Saham JGLE melemah 12,50%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 825,3 miliar
- Saham ANTM senilai Rp 816,1 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 798,2 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 727,2 miliar
- Saham TLKM senilai Rp 353,2 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham ANTM tercatat 39.060 kali
- Saham BBRI tercatat 30.302 kali
- Saham DEWA tercatat 29.723 kali
- Saham BMRI tercatat 22.004 kali
- Saham BBCA tercatat 21.319 kali
Bursa Saham Asia Pasifik
Mengutip Antara, Bursa saham regional Asia pada Jumat sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 378,39 poin atau 1,04 persen ke 36,830,69, indeks Shanghai melemah 7,62 poin atau 0,23 persen ke 3.279,03.
Selain itu, indeks Kuala Lumpur menguat 2,27 poin atau 0,15 persen ke 1.542,49, dan indeks Strait Times menguat 12,63 poin atau 0,33 persen ke 3.845,714.