5 Pernyataan soal Hari Buruh 2025, dari Said Iqbal hingga Puan Maharani

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan, kedatangan Presiden Prabowo Subianto pada perayaan May Day akan menjadi momen bersejarah.

oleh Fenicia EffendiDiperbarui 02 Mei 2025, 15:05 WIB
Presiden Prabowo menggarisbawahi perlunya peran negara dalam menyokong kehidupan kaum buruh jadi lebih baik. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kamis, 1 Mei 2025, Indonesia kembali memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Peringatan ini bukan sekadar libur tetapi juga momentum penting untuk mengenang perjuangan panjang para pekerja dan buruh Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak mereka, seperti upah layak, jam kerja yang manusiawi, dan kondisi kerja yang lebih baik.

Perjuangan ini telah berlangsung selama puluhan tahun, bahkan sejak masa penjajahan Belanda hingga akhirnya diakui oleh pemerintah Indonesia.

May Day diperingati secara global setiap tanggal 1 Mei, sebagai simbol perjuangan kelas pekerja. Di Indonesia, sejarah peringatan May Day penuh dinamika, diwarnai oleh berbagai tantangan dan hambatan, terutama di masa penjajahan dan Orde Baru.

Namun, semangat perjuangan para buruh tak pernah padam, hingga akhirnya pemerintah Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada tahun 2013, sebuah pengakuan atas kontribusi besar mereka terhadap pembangunan bangsa.

Peringatan May Day di Indonesia bermula pada tahun 1918, di masa penjajahan Belanda. Meskipun seringkali dihadapkan pada berbagai rintangan dan penindasan dari pemerintah kolonial, semangat para pekerja untuk memperjuangkan hak-haknya tetap menyala.

Berikut sederet pernyataan terkait May Day 2025, dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal hingga Ketua DPR Puan Maharani, seperti dihimpun Tim News Liputan6.com:

Said Iqbal: Bersejarah, Prabowo Mau Datangi May Day Setelah Bung Karno

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, kedatangan Presiden Prabowo Subianto pada perayaan May Day akan menjadi momen bersejarah.

Menurutnya, ini merupakan kedua kalinya seorang Presiden Indonesia menghadiri perayaan May Day setelah Presiden Sukarno.

"Ini adalah sejarah yang kedua setelah Bung Karno. Hanya Bapak Presiden Prabowo Subianto setelah Bung Karno yang mau mendatangi May Day," kata Said, dikutip Kamis 1 Mei 2025.

Menurut Said, kebijakan Prabowo dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tiga juta rumah bukti Prabowo berpihak pada rakyat.

"Kebijakan beliau juga yang lebih berpihak kepada orang-orang kecil. Itu yang melatari mengapa menjadi penting pertemuan bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.

Said mengklaim acara di Monas hari ini terdiri dari 200 ribu buruh dari berbagai konfederasi, bukan hanya dari 4 serikat saja.

"Teman-teman panitia dari beberapa konfederasi dan serikat buruh yang lain. Banyak ya serikat buruh ya, tidak hanya 4 konfederasi. Saya hanya mau bilang tidak hanya 4 konfederasi," katanya.

"Semua serikat buruh banyak sekali yang ikut. Tapi kan saya nggak terlalu hafal ya. Mungkin lebih dari 50 serikat buruh bergabung ikut di sini di luar 4 konfederasi," tegasnya.

Sebelumnya, Said Iqbal yang juga pernah menjabat di Governing Body International Labour Organization (ILO) menyampaikan pesan khusus menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025.

Dalam pernyataannya, ia mengajak ratusan ribu buruh merayakan May Day 2025 bersama Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

"Ratusan ribu buruh, hampir mendekati 200 ribu buruh, akan merayakan May Day bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto di Monas pada 1 Mei 2025," ujar Said.

Ia menekankan, kedatangan Presiden Prabowo menjadi momen bersejarah. Karena, kata Said, ini merupakan kedua kalinya seorang Presiden Indonesia menghadiri perayaan May Day setelah Presiden Sukarno.

Wamenaker: May Day Tahun ini Luar Biasa, Pesan Presiden Berpihak pada Buruh

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel menyatakan, peringatan hari buruh atau May Day 2025 istimewa.

Dia menilai, kehadiran dan pidato Presiden Prabowo Subianto pada perayaan May Day di Monas sangat berpihak pada buruh.

"Yang pasti May Day tahun ini cukup luar biasa ya. Ada pesan-pesan yang disampaikan oleh Pak Prabowo sangat ideologis dan lebih pada subtansi dan keberpihakan. Nah kita lihat, kebetulan tadi saya menyaksikan ya, dimana Pridato Presiden Prabowo begitu menggema di tengah-tengah kawan-kawan buruh," kata Noel di Universitas Pertamina, Jakarta, Kamis 1 Mei 2025.

Menurut Noel, buruh dan rakyat sudah lama menantikan sosok pemimpin yang hadir langsung di tengah rakyat saat perayaan May Day.

"Artinya kita lihat bahwa rakyat benar-benar ingin melihat pemimpinnya hadir di tengah-tengah mereka. Apalagi tadi Pak Prabowo menyampaikan pidatonya," ujar dia.

 

 

Menkopolkam Budi Gunawan Monitoring May Day, Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Budi Gunawan melangsungkan rapat dengan Kepala BIN, Panglima TNI dan Kepala BSSN, bersama unsur dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Polri, dan TNI mengadakan rapat koordinasi di Subden Mabes TNI Jakarta, Kamis (1/5).

Dalam rapat tersebut, Budi bersama stake holder terkait melakukan monitoring dan memastikan rangkaian perayaan May Day tahun di seluruh Indonesia berjalan dengan aman dan lancar.

"Pemerintah akan memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal agar teman-teman yang merayakan hari buruh dapat merayakan dengan aman dan tertib," kata Budi melalui keterangan diterima.

Budi mengungkap, dari hasil monitoring, perayaan di berbagai daerah sejauh ini berjalan dengan aman dan lancar. Atas hal tersebut, Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada teman-teman buruh yang telah bersinergi dengan baik untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

"Pemerintah mengucapkan selamat hari buruh, semoga pemerintah, pengusaha, dan rekan-rekan buruh dapat terus bersinergi secara positif sehingga daya saing Indonesia di level global terus meningkat," Budi menandasi.

 

 

 

Menaker Yassierli: May Day Momentum Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan, peringatan May Day adalah momentum tepat berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh.

Pada May Day 2025, Kemnaker berkolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan PT Pertamina, memberikan 100 kunci rumah subsidi untuk para buruh.

"Kami Kemenaker bekerjasama dengan PT Pertamina Persero dengan temanya itu adalah May Day is Collaboration Day. Jadi ini adalah rangkaian perayaan Mayday dan kita ingin menjadikan May Day sebagai salah satu momentum untuk memperkuat kolaborasi, karena tantangan yang kita hadapi ke depan itu semakin tidak mudah," kata Menaker Yassierli di Universitas Pertamina, Jakarta, Kamis 1 Mei 2025.

Menurut Yassierli, kondisi global penuh ketidakpastian dan itu kemudian berdampak sangat signifikan, sehingga perlu banyak berkolaborasi dengan semua pihak.

"Kemudian pergeseran demografi, budaya, dan seterusnya. Tuntutan industri, perkembangan IT, teknologi. Dan Alhamdulillah juga salah satu bentuk nyata kolaborasi yang kita lakukan dan kita ingin tunjukkan kepada masyarakat Indonesia adalah kolaborasi lintas kementerian," ujarnya.

Yassierli mengaku bersyukur May Day kali ini ada kolaborasi yang menghasilkan dampak langsung yakni berupa rumah subsidi untuk para buruh.

"Saya sangat bersyukur dan berbahagia sekali, peringatan May Day tahun ini khas karena dihadiri juga oleh Bang Ara, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Kita kolaborasi terkait dengan program rumah subsidi untuk buruh," kata dia.

Puan: Pemerintah Harus Perkuat Kebijakan dan Perlindungan Hak Buruh

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri peringatan Hari BuruhInternasional 2025 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis 1 April 2025.

Memasuki panggung utama, Puan menyapa massa buruh yang diperkirakan mencapai 200.000 orang tersebut. Para buruh membalas sapaan Puan.

Di momen Hari Buruh Internasional 2025, Puan pun mengajak semua pihak untuk merefleksikan semangat perjuangan pendiri bangsa dalam momen Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei ini.

"Selamat Hari Buruh Internasional 2025 untuk semua buruh maupun pekerja di Indonesia. Momen May Day menjadi bukti bahwa perjuangan terhadap kesejahteraan buruh tak pernah berhenti sejak negara ini berdiri," kata Puan dalam keterangannya, Kamis 1 Mei 2025.

"Saya percaya di balik setiap peluh buruh, ada semangat perjuangan untuk membangun bangsa ini," sambungnya.

Puan mengingatkan, Hari Buruh di Indonesia tak terlepas dari semangat para pendiri bangsa dalam memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk proklamator sekaligus Presiden pertama RI Sukarno yang dikenal sebagai pemikir perburuhan di Indonesia.

Adapun Sukarno dikenal dengan gagasannya tentang asas perjuangan kaum buruh yakni hak atas hasil keringat sendiri. Salah satunya perjuangan buruh terkait batas jam kerja. Perjuangan buruh untuk membatasi jam kerja dianggap menjadi salah satu simbol keberhasilan mereka.

Di tahun 1950-an, Bung Karno juga mengeluarkan kebijakan tentang pemberlakuan Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini masih terus diterapkan. Menurut Bung Karno, Hari Buruh 1 Mei bukan hanya tentang keberhasilan membatasi jam kerja, tetapi juga simbol kemenangan nilai keadilan sosial.

Oleh karenanya, Puan menilai Hari Buruh Sedunia harus menjadi momentum penting untuk merefleksikan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam memperjuangkan hak-hak buruh selama ini.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya