Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) mencapai 88.909.481 perjalanan. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 90,50 juta perjalanan atau turun 1,76 persen secara bulanan.
"Sementara, dibandingkan Maret 2024 perjalanan wisnus pada Maret 2025 ini mengalami peningkatan 12,61 persen secara yoy," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam konferensi pers rilis Berita Resmi Statistik, Jumat (2/5/2025).
Advertisement
Adapun pada triwulan I-2025 jumlah perjalanan wisnus mencapa 282.406.229 perjalanan, atau meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pudji menjelaskan, dari total 88.909.481 perjalanan yang dilakukan Wisnus pada Maret 2025 sebanyak 66,08 persennya banyak melakukan perjalanan ke pulau Jawa.
Berdasarkan data Januari 2025, Jawa Timur mencatatkan jumlah perjalanan tertinggi sebesar 19,592 ribu perjalanan. Jumlah ini sedikit menurun pada Februari (16,476 ribu) dan Maret (16,431 ribu), namun tetap menempatkan Jawa Timur di peringkat pertama secara konsisten.
Disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah yang juga menunjukkan angka perjalanan tinggi, masing-masing mencatat lebih dari 15 ribu dan 11 ribu perjalanan di setiap bulan.
DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Utara juga termasuk dalam lima besar destinasi favorit wisatawan nusantara. Meskipun jumlah perjalanan ke provinsi-provinsi ini tidak sebanyak Jawa, konsistensinya di daftar 10 besar menunjukkan daya tarik yang tetap kuat.
Sementara itu, provinsi seperti Bali, Sulawesi Selatan, dan DI Yogyakarta juga masih menjadi tujuan favorit, meskipun angka kunjungannya relatif lebih rendah dibanding provinsi-provinsi di Pulau Jawa.
Perkembangan Wisman
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) melalui pintu masuk utama mencapai 841.030 kunjungan pada Maret 2025.
"Pintu masuk utama adalah bandar udara internasional, pelabuhan internasional, dan pos lintas batas. Pada Maret 2025, kunjungan wisman melalui pintu utama ada 841.030 kunjungan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini, dalam konferensi pers rilis Berita Resmi Statistik, Jumat (2/5/2025).
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 2,18 persen secara bulanan, dan 5,63 persen secara tahunan. Adapun secara kumulatif sepanjang Januari hingga Maret 2025, total kunjugan wisman melalui pintu masuk utama mencapai 2.73.472 kunjungan.
"Meningkat 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024," ujarnya.
Lebih lanjut, dari segi pengeluaran wisatawan mancanegara, pada triwulan I-2025 rata-rata pengeluaran wisman perkunjungan mencapai USD1.277 atau mengalami penurunan dibandingkan rata-rata pengeluaran baik pada triwulan IV-2024 dan triwulan I-2024.
"Rata-rata tinggal wisman pada triwulan I-2025 yaitu selama 10,94 malam," ujarnya.
Berdasarkan Jenis Pengeluaran
Pudji mengatakan, pada triwulan I-2025 proporsi pengeluaran terbesar wisman dialokasikan untuk akomodasi yaitu sebesar 38,07 peren, kemudian diikuti oleh pengeluaran makan dan minum sekitar 19,40 persen, belanja dan cinderamata 11,90 persen.
Kemudian untuk hiburan para wisman tercatat mengeluarkan anggaran rata-rata 8,22 persen, paket tour lokal 5,36 persen, transportasi lokal 4,91 persen, penerbangan domestik 3,52 persen, sewa kendaraan 3,24 persen, kesehatan dan kecantikan 1,54 persen, biaya pelatihan 0,35 persen, dan untuk biaya lainnya para wisman mengeluarkan 3,50 persen.
"Angka pengeluaran ini relatif tidak berubah, jika dibandingkan dengan pola pengeluaran pada triwulan IV-2024," ujarnya.