Tren Wisata Indonesia 2025: Wisatawan Nusantara Kian Aktif, Turis Asing Turun

Pada triwulan I-2025 proporsi pengeluaran terbesar wisman dialokasikan untuk akomodasi yaitu sebesar 38,07 peren, kemudian diikuti oleh pengeluaran makan dan minum sekitar 19,40 persen, belanja dan cinderamata 11,90 persen.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 02 Mei 2025, 11:35 WIB
Seorang instruktur memberi contoh teknik berselancar di pantai Kuta, Bali, pada 8 Desember 2023. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) melalui pintu masuk utama mencapai 841.030 kunjungan pada Maret 2025.

"Pintu masuk utama adalah bandar udara internasional, pelabuhan internasional, dan pos lintas batas. Pada Maret 2025, kunjungan wisman melalui pintu utama ada 841.030 kunjungan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam konferensi pers rilis Berita Resmi Statistik, Jumat (2/5/2025).

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 2,18 persen secara bulanan, dan 5,63 persen secara tahunan. Adapun secara kumulatif sepanjang Januari hingga Maret 2025, total kunjugan wisman melalui pintu masuk utama mencapai 2.73.472 kunjungan.

"Meningkat 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024," ujarnya.

Lebih lanjut, dari segi pengeluaran wisatawan mancanegara, pada triwulan I-2025 rata-rata pengeluaran wisman perkunjungan mencapai USD1.277 atau mengalami penurunan dibandingkan rata-rata pengeluaran baik pada triwulan IV-2024 dan triwulan I-2024.

"Rata-rata tinggal wisman pada triwulan I-2025 yaitu selama 10,94 malam," ujarnya.

Berdasarkan Jenis Pengeluaran

Pudji mengatakan, pada triwulan I-2025 proporsi pengeluaran terbesar wisman dialokasikan untuk akomodasi yaitu sebesar 38,07 peren, kemudian diikuti oleh pengeluaran makan dan minum sekitar 19,40 persen, belanja dan cinderamata 11,90 persen.

Kemudian untuk hiburan para wisman tercatat mengeluarkan anggaran rata-rata 8,22 persen, paket tour lokal 5,36 persen, transportasi lokal 4,91 persen, penerbangan domestik 3,52 persen, sewa kendaraan 3,24 persen, kesehatan dan kecantikan 1,54 persen, biaya pelatihan 0,35 persen, dan untuk biaya lainnya para wisman mengeluarkan 3,50 persen.

"Angka pengeluaran ini relatif tidak berubah, jika dibandingkan dengan pola pengeluaran pada triwulan IV-2024," ujarnya.

Perjalanan Wisnus

BPS mencatat pada Maret 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) mencapai 88.909.481 perjalanan. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 90,50 juta perjalanan atau turun 1,76 persen secara bulanan.

"Sementara, dibandingkan Maret 2024 perjalanan wisnus pada Maret 2025 ini mengalami oenignkatan 12,61 persen secara yoy," ujarnya.

Adapun pada triwulan I-2025 jumlah perjalanan wisnus mencapa 282.406.229 perjalanan, atau meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPS: Inflasi April 2025 Tembus 1,17%, Ini Penyebabnya

Pembeli memilih sayuran saat berbelanja di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya , Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2025 terjadi inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 1,17 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) April 2025 sebesar 1,56 persen, inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 1,95 persen dengan indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,47.

"Pada April 2025 terjadi inflasi sebesar 1,17 persen secara bulanan atau month to month atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 184,7 pada April 2025. Secara year on year terjadi inflasi 1,95 persen dan secara tahun kalender terjadi inflasi 1,56 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam konferensi pers rilis Berita Resmi Statistik, Jumat (2/5/2025).

Komoditas dominan yang mendorong inflasi pada kelompok ini adalah tarif listrik, yang memberikan andil inflasi sebesar 0,97 persen. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,16 persen. Kemudian bawang merah dengan andil inflasi 0,06 persen, cabai merah dengan andil inflasi 0,04 persen, dan tomat dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen.

"Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada April 2025, di antaranya cabai rawit dengan andil deflasi sebesar 0,08 persen, daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen, dan telur ayam ras dengan andil deflasi 0,04 persen," ujarnya.

Tingkat Inflasi April 2025 Menurut Komponen

Pedagang tengah menata dagangannya di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan harga bahan kebutuhan pokok relatif terkendali seperti beras dan daging ayam. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara umum, seluruh komponen mengalami inflasi. Inflasi yang tertinggi terjadi pada April 2025 ini adalah 1,17 persen, utamanya didorong oleh inflasi komponen harga diatur Pemerintah.

"Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 5,21 persen dengan andil inflasi sebesar 0,98 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen harga diatur pemerintah adalah tarif listrik, tarif angkutan udara dan tarif kereta api," jelasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya