Bertemu Menlu India, Fadli Zon Sampaikan Belasungkawa Atas Tragedi di Kashmir

Pernyataan duka disampaikan Fadli dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, di sela-sela WAVES (World Audiovisual and Entertainment) Summit 2025 di Mumbai.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 02 Mei 2025, 16:07 WIB
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, di sela-sela WAVES (World Audiovisual and Entertainment) Summit 2025 di Mumbai. (Dok: Kemendikbud RI)

Liputan6.com, Mumbai - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas nama Pemerintah Indonesia, terkait serangan teror yang terjadi di Baisaran Meadow, dekat Pahalgam, Kashmir, pada 22 April 2025. Insiden yang menewaskan 26 orang dan menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat India maupun dunia internasional.

Pernyataan duka disampaikan Fadli dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, di sela-sela WAVES (World Audiovisual and Entertainment) Summit 2025 di Mumbai.

"Solidaritas Indonesia dengan India dalam menghadapi insiden ini serta pentingnya kerja sama global untuk menjaga perdamaian dan keamanan," tegas Fadli seperti tertuang dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip Jumat (2/5/2025).

Budaya dan Diplomasi sebagai Perekat Perdamaian

 

Fadli juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah India dalam penyelenggaraan WAVES Summit 2025 di Mumbai. “Indonesia menghargai kepemimpinan India dalam mempertemukan pelaku budaya global, dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari dialog penting mengenai kolaborasi dalam ekonomi dan industri budaya,” ujar Fadli.

Pada kesempatan tersebut, Fadli juga menekankan pentingnya dialog budaya dan diplomasi sebagai alat untuk memperkuat persaudaraan antarbangsa, khususnya di antara negara-negara Global South.

Pertemuan ini juga membahas berbagai inisiatif kerja sama bilateral, termasuk program pertukaran budaya dan dukungan India untuk restorasi Candi Prambanan. Namun, Fadli menegaskan bahwa momen ini adalah waktu untuk berduka dan berefleksi bersama.

Pertemuan ini juga membahas tindak lanjut kesepakatan Cultural Exchange Programme (CEP) antara kedua negara yang telah ditandatangani dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Fadli menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan RI untuk aktif menjalankan program-program yang telah disepakati, termasuk pertunjukan budaya, pameran, pertukaran pakar, serta pertukaran pemuda dan akademik. Ia juga mengusulkan eksplorasi proyek co-production, baik film, dokumenter, maupun musik, sebagai bagian dari penguatan CEP.

Kedua menteri juga mengenang sejarah dan warisan kedua negara sebagai penggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung.

"Semangat Dasasila Bandung tetap relevan hari ini sebagai fondasi solidaritas, keadilan, dan kerja sama budaya di antara negara-negara Global South, khususnya dalam menghadapi dunia yang semakin terpolarisasi," jelas Fadli. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kerja sama budaya, narasi sejarah, dan memori kolektif sebagai kekuatan utama untuk mendorong kolaborasi south-south serta menciptakan tatanan global yang lebih adil.

 

Apresiasi India Bantu Restorasi Candi Prambanan

Fadli juga menyampaikan terima kasih atas tawaran Pemerintah India untuk ikut membantu restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan, sebagaimana diumumkan Perdana Menteri Narendra Modi dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo pada Januari lalu. Dalam pertemuan dg Menlu ini, Fadli mendorong realisasi tawaran itu dengan mengundang tim ahli dari India untuk melihat langsung Candi Prambanan.

Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya memperkuat hubungan budaya bilateral, tetapi juga menjadi contoh penting pelestarian warisan bersama antara dua peradaban besar. Fadli mengusulkan pengembangan kerja sama teknis, proyek konservasi bersama, dan pertukaran pakar untuk melindungi serta mempromosikan warisan budaya Indonesia, agar situs-situs bersejarah dapat terus menginspirasi generasi mendatang.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya