Liputan6.com, Yerussalem - Kebakaran hutan yang berkobar di dekat Yerusalem, Israel memaksa evakuasi di beberapa daerah dan menyebabkan beberapa jalan utama ditutup pada hari Rabu (30/4), karena petugas pemadam kebakaran berjuang untuk menahan api di tengah kondisi kering dan angin kencang.
Laporan CNN yang dikutip Kamis (1/5/2025) menyebut Israel mencari bantuan internasional untuk memadamkan api, karena menteri pertahanan mengatakan negara itu "dalam keadaan darurat nasional."
Advertisement
"Ini mungkin kebakaran terbesar yang pernah ada di negara ini," Komandan Departemen Pemadam Kebakaran Distrik Yerusalem Shmulik Friedman mengatakan kepada wartawan pada Rabu (30/4) sore. Dia memperingatkan bahwa angin dengan kecepatan lebih dari 60 mil per jam diperkirakan akan terjadi "dalam waktu dekat," yang secara dramatis meningkatkan risiko kebakaran.
Kebakaran tersebut memaksa pihak berwenang untuk menutup Rute 1, jalan utama yang menghubungkan Tel Aviv dan Yerusalem pada hari Rabu (30/4) - yang bertepatan dengan Israel’s Memorial Day (Hari Peringatan Israel).
Video dari media sosial menunjukkan orang-orang berjalan di sepanjang jalan raya dengan asap tebal memenuhi udara.
Beberapa jam kemudian, petugas darurat berlari di antara antrean panjang mobil yang ditinggalkan di jalan raya, mencari siapa saja yang mungkin masih berada di dalam mobil mereka, menurut video dari United Hatzalah, sebuah organisasi tanggap darurat.
"Saat ini kami tidak tahu apa yang menyebabkan kebakaran. Kami bahkan tidak punya petunjuk sedikit pun. Kami masih belum bisa mengatasinya," kata Friedman. "Kami masih jauh dari kendali."
Kebakaran terjadi di beberapa tempat, kata pihak berwenang, dengan satu area terpusat di sekitar Kota Neve Shalom, yang terletak sekitar 15 mil di sebelah barat Yerusalem. Dalam satu klip, api terlihat di samping jalan di sepanjang ruas jalan raya yang padat.
Penangkapan Seorang Tersangka
Polisi Israel mengatakan mereka menangkap "tersangka yang mencoba menyalakan api di lapangan terbuka."
"Petugas dari Distrik Yerusalem menangkap seorang warga Yerusalem Timur yang tertangkap basah saat mencoba membakar sebuah lapangan di bagian selatan kota," kata Unit Juru Bicara Kepolisian dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (30/4).
"Penggeledahan barang-barang milik tersangka menemukan korek api, kapas, dan bahan-bahan mudah terbakar lainnya," tambah juru bicara tersebut dengan mengatakan tersangka adalah pria berusia lima puluhan dari Umm Tuba, yang merupakan lingkungan Arab Palestina di Yerusalem Timur.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengadakan pembicaraan maraton dengan negara-negara lain untuk mendatangkan pesawat pemadam kebakaran, menurut kantornya, khususnya negara-negara tetangga di Eropa. Tiga pesawat dari Italia dan Makedonia akan tiba "secepatnya," kata Dewan Keamanan Nasional dalam sebuah pernyataan.
Evakuasi 10 Komunitas
Setidaknya sepuluh komunitas di daerah tersebut telah dievakuasi, kata pihak berwenang.
"Kita berada dalam masa darurat nasional, dan semua pasukan yang tersedia harus dimobilisasi untuk menyelamatkan nyawa dan mengendalikan api," kata Menteri Pertahanan Israel Katz Rabu.
Ada sekitar 120 tim yang memadamkan api, kata Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel, serta 12 pesawat pemadam kebakaran dan helikopter.
Lebih dari selusin orang telah tiba di dua rumah sakit terpisah akibat kebakaran tersebut, menurut Pusat Medis Shamir dan Pusat Medis Kaplan.
Sementara itu, Pusat Medis Hadassah di pinggiran Yerusalem meminta masyarakat untuk tidak datang ke rumah sakit "kecuali benar-benar diperlukan." Rumah sakit tersebut telah mulai mengevakuasi pasien yang tidak perlu dirawat di rumah sakit, bahkan saat bersiap menerima pasien baru yang mungkin mengalami cedera akibat kebakaran.
Adapun kebakaran terjadi di lokasi yang hampir sama dengan kebakaran serupa pekan lalu.