Iran Gantung Pria yang Jadi Mata-Mata untuk Mossad Israel

Mossad merekrut Langarneshin pada tahun 2020 dan dia dilaporkan sempat bertemu dengan agen intelijen Israel di Negara Georgia dan Nepal.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 01 Mei 2025, 09:00 WIB
Ilustrasi bendera Iran (pixabay)

Liputan6.com, Teheran - Iran pada Rabu (30/4/2025) mengeksekusi seorang pria yang disebut bekerja untuk badan intelijen luar negeri Israel (Mossad) dan terlibat dalam pembunuhan seorang kolonel Garda Revolusi pada tahun 2022 di Teheran. Demikian dilaporkan kantor berita resmi IRNA.

Laporan tersebut mengidentifikasi pria terkait sebagai Mohsen Langarneshin dan menyebut bahwa dia telah dihukum gantung. Dia digambarkan sebagai "mata-mata senior" untuk Mossad yang memberikan "dukungan teknis" dalam pembunuhan Kolonel Hassan Sayyad Khodaei, yang ditembak lima kali oleh dua pria bersenjata bermotor di depan rumahnya di Teheran.

Langarneshin menyewa pula sejumlah rumah persembunyian untuk para agen di beberapa kota di Iran, termasuk Isfahan, yang kemudian pada Januari 2023 menjadi sasaran serangan drone bermuatan bom terhadap fasilitas yang digambarkan Iran sebagai "bengkel militer". Iran menuduh Israel berada di balik serangan tersebut. Demikian dilansir AP.

Laporan IRNA menyebutkan Langarneshin mengaku bersalah di Pengadilan Revolusi Iran. Pengadilan ini didirikan setelah Revolusi Islam tahun 1979 dan dikenal memberikan hukuman berat bagi mereka yang dianggap menentang penguasa ulama Iran.

Pengadilan biasanya hanya menyediakan pengacara yang ditunjuk oleh negara dan tidak mengizinkan akses media.

Pada saat pembunuhannya, media lokal hanya mengidentifikasi Kolonel Khodaei sebagai "pembela makam suci" — istilah yang merujuk pada warga Iran yang bertempur melawan ISIS di Suriah dan Irak. Khodaei adalah bagian dari Pasukan Quds, unit elite Garda Revolusi Islam Iran yang bertanggung jawab atas operasi militer di luar negeri.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya