Puan Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza hingga Kemerdekaan Palestina Terwujud

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani mendesak Israel menghentikan serangan di Gaza hingga kemerdekaan Palestina segera terwujud.

oleh FachriDiterbitkan 30 April 2025, 12:50 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat rapat kelompok parlemen pendukung Palestina, The Group of Parliaments in support of Palestine, di Istanbul, Turki, Jumat (18/4/2025). (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani mendesak Israel menghentikan serangan di Gaza hingga kemerdekaan Palestina segera terwujud. Di sisi lain, ia pun menyinggung berbagai krisis global, mulai dari sengketa perdagangan hingga konflik bersenjata, termasuk tragedi kemanusiaan di Palestina.

"Di saat dunia sangat membutuhkan persatuan dan kolaborasi yang lebih kuat, kita dihadapkan dengan perpecahan yang makin meningkat dan di saat perdamaian lebih dibutuhkan dari sebelumnya, kita melihat meluasnya kekerasan di berbagai belahan dunia," ujarnya.

Puan pun menegaskan pentingnya diplomasi dan dialog dalam penyelesaian konflik, termasuk konflik Israel-Palestina.

"Meskipun ada tekanan kuat yang dihadapi masing-masing negara kita dalam menangani krisis domestik dan internasional, kita tidak boleh melupakan keharusan untuk mengejar perdamaian dan keadilan bagi Palestina," tegasnya.

"Kita harus mengadvokasi kerja sama, mempromosikan dialog, dan menolak unilateralisme. Kita harus memimpin dalam mempromosikan resolusi damai dan menolak kekerasan sebagai sarana untuk menyelesaikan perselisihan," jelas Puan.

Ia juga menyoroti kondisi memilukan di Gaza akibat serangan Israel.

"Tidak ada tanda-tanda kelegaan. Serangan Israel terhadap warga sipil termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua terus berlanjut di Gaza dan Tepi Barat," ujar Puan.

Ia pun menegaskan Indonesia mendukung penuh perjuangan Palestina.

"Rakyat Indonesia selalu mengingat kata-kata inspiratif dari bapak pendiri negara kita, Presiden Sukarno yang pernah berkata, ‘Selama kebebasan Palestina belum dikembalikan kepada orang-orang Palestina, maka selamanya Indonesia akan berdiri menentang pendudukan Israel'," tegas Puan.

 

Gencatan Sejatan Belum Ditegakkan

Ketua DPR RI, Puan Maharani saat rapat kelompok parlemen pendukung Palestina, The Group of Parliaments in support of Palestine, di Istanbul, Turki, Jumat (18/4/2025). (Foto: Istimewa)

Puan menyesalkan gencatan senjata awal tahun ini yang belum ditegakkan.

"Fase kedua gencatan senjata harus dilaksanakan tanpa penundaan. Parlemen di seluruh dunia harus mendorong pemerintah mereka untuk mengambil posisi yang lebih kuat," ucapnya.

"Masyarakat internasional harus berbicara dengan satu suara dalam mendesak Israel untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan gencatan senjata," imbuh Puan.

Ia mengajak komunitas internasional mengirim bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan.

"Memblokir bantuan kemanusiaan adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional," ujarnya.

Sementara itu, Puan juga menolak keras upaya Israel mengusir warga Palestina atau angkat kaki dari tanah tumpah darahnya sendiri.

"Kita harus dengan tegas menolak segala bentuk paksa warga Palestina. Gaza adalah rumah mereka. Tidak ada usulan untuk merelokasi warga Palestina ke luar tanah mereka yang boleh diterima," ujarnya.

Puan mengungkapkan bahwa rekonstruksi Gaza harus dipimpin oleh Palestina sendiri.

"Gaza perlu dibangun kembali tidak hanya dengan batu bata, tetapi dengan martabat, keadilan, dan harapan," ungkapnya.

"Warga sipil harus dilindungi. Stabilitas harus dipulihkan. Dan parlemen harus mendukung dan memperkuat seruan untuk bertindak ini," jelas Puan.

Ia pun menyerukan dukungan terhadap solusi dua negara dan pengakuan terhadap Palestina.

"Pengakuan Palestina adalah langkah penting untuk mengakhiri siklus kekerasan. Pengakuan ini mengirimkan pesan kepada dunia bahwa rakyat Palestina penting, bahwa hak-hak mereka penting," ucap Puan.

"Mari kita bekerja dengan keberanian, keyakinan, dan belas kasih untuk mewujudkan perdamaian di Palestina. Mari kita berdiri dengan teguh, berani untuk perdamaian, untuk keadilan, dan untuk rakyat Palestina," jelasnya.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya