Liputan6.com, Jakarta Delegasi bisnis The Federation of Korean Industries (FKI) melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memperluas investasi di Indonesia, di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah perusahaan besar asal Negeri Ginseng menyatakan minat dan keseriusannya untuk meningkatkan kehadiran mereka di Indonesia.
Advertisement
Dipimpin oleh Chairman Lotte Corporation, Shin Dongbin, pertemuan ini diikuti oleh sejumlah perusahaan besar Korea Selatan yang telah berinvestasi di Indonesia, antara lain yaitu Lotte Group, POSCO, Hanhwa, KCC Glass, KB Group, Samsung, CJ, LG CNS, EcoPro, SK Plasma, SPC Group, MegazoneCloud, dan LS MTRON.
Delegasi FKI membahas keberlangsungan investasi serta rencana komitmen perluasan investasi di Indonesia. Sebagai mitra utama dari Pemerintah Korea Selatan dalam memberikan masukan kebijakan perdagangan, FKI merupakan pihak yang signifikan dan strategis bagi Pemerintah Indonesia.
“Indonesia dan Korea Selatan memiliki potensi yang luar biasa dalam beragam sektor ekonomi, termasuk manufaktur, teknologi, energi, dan infrastruktur,” ujar Menko Airlangga, Rabu (30/4/2025).
Airlangga mengatakan, Indonesia dan Korea Selatan telah menjalin hubungan diplomatik yang harmonis selama beberapa dekade. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat beberapa kerja sama dan komitmen yang akan dikembangkan oleh kedua negara, seperti pembangunan tahap lanjut untuk mobil listrik dan ekosistem hidrogen dari Hyundai Motor Company serta kerja sama antara POSCO dan Krakatau Steel untuk memperkuat investasi dan hilirisasi baja nasional.
Komitmen Investasi Digitalisasi Sektor Keuangan
Selanjutnya, Menko Airlangga dan FKI membahas beberapa hal meliputi komitmen investasi digitalisasi sektor keuangan oleh Hanhwa General Insurance, pengembangan pabrik katoda menggunakan nikel Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar Eropa, Asia, dan Amerika, serta melanjutkan kerja sama yang solid seperti investasi Lotte Shopping di Indonesia.
Menko Airlangga turut menyoroti keberlanjutan proyek komplek petrokimia di Cilegon, Banten, yang diharapkan bisa segera masuk tahap produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Kunjungan ini semakin memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan yang selama ini sudah terjalin erat. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi Korea dan sumber daya alam serta tenaga kerja Indonesia, kolaborasi dua negara ini dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Korea Selatan Apresiasi Dukungan Indonesia terhadap Industri dan Investasi Strategis
Chairman Shin menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan yang telah diberikan selama ini termasuk melalui pematangan industri manufaktur dan percepatan implementasi IK CEPA.
Langkah Indonesia
Selain itu, dengan langkah Indonesia yang saat ini melakukan negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat, hal ini akan sangat membantu keberlangsungan investasi Korea Selatan di Indonesia.
Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan teknologi dan inovasi terbaik di dunia, dan Indonesia adalah negara dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang melimpah.
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, pembangunan berkelanjutan dalam setiap kerja sama internasional merupakan aspek yang menjadi perhatian utama Pemerintah Indonesia, oleh karena itu, setiap langkah kerja sama dengan Korea Selatan yang sedang dijalin akan terus memperhatikan manfaat ekonomi, aspek lingkungan, dan keberlangsungan sosial.
“Dengan berkolaborasi, Indonesia dan Korea Selatan dapat mewujudkan bentuk kerja sama perekonomian yang saling menguntungkan dan produktif,” pungkas Menko Airlangga.