Liputan6.com, Tenggarong Kompleks Stadion Aji Imbut Kutai Kartanegara (Kukar), yang pernah menjadi pusat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII tahun 2008, tak luput dari dampak penyesuaian anggaran daerah.
Meski demikian, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menegaskan komitmen untuk menjaga dan merawat fasilitas olahraga berstandar nasional, yang juga kebanggaan masyarakat Kukar ini dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Advertisement
Sekretaris Dispora Kukar, Syapliansyah mengatakan upaya memaksimalkan anggaran terus dilakukan dinasnya, termasuk kompleks olahraga yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang juga harus tetap terawat.
"Meskipun ada keterbatasan anggaran, kami akan memanfaatkan setiap rupiah yang tersedia seefisien mungkin untuk memastikan perawatan stadion tetap berjalan," kata Syapliansyah saat ditemui di Gedung Bela Diri Kompleks Stadion Aji Imbut pada Senin (28/04/2025).
Rencana perbaikan di area stadion akan tetap dilaksanakan sesuai skala prioritas. Salah satu fokus utama dalam waktu dekat adalah pengecatan stadion, yang diharapkan dapat direalisasikan pada tahun ini.
"Sebenarnya rencana pengecatan Stadion Aji Imbut sudah ada, dan kami sedang berupaya agar anggarannya tetap tersedia," katanya.
Syapliansyah mengakui bahwa menjaga fasilitas olahraga sebesar dan berstandar PON membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
"Kebutuhan perawatan agar stadion ini tetap layak sebagai sarana olahraga berstandar nasional memang besar. Namun, kami berkomitmen untuk terus melakukan perawatan rutin," tambahnya.
Biaya Perawatan Kompleks Stadion Aji Imbut
Mengenai perkiraan biaya pengecatan stadion, Syapliansyah menyebutkan angkanya sekitar Rp 2 miliar. Untuk jumlah pastinya, dirinya perlu melakukan verifikasi lebih lanjut terkait ketersediaan anggaran tersebut.
"Perkiraan untuk anggarannya kalau tidak salah sekitar 2 Miliar," ucapnya.
Meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran, Dispora Kukar menunjukkan tekad untuk tetap menjaga ikon olahraga kebanggaan daerah ini agar tetap berfungsi dengan baik dan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat serta mendukung perkembangan olahraga di Kutai Kartanegara.
Kilasan Sejarah Stadion Aji Imbut: Dari PON Hingga Kebanggaan Daerah
Stadion Aji Imbut memiliki sejarah panjang dan signifikansi penting bagi perkembangan olahraga di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara. Stadion ini dibangun pada tahun 2005 dan diresmikan pada tanggal 18 Juni 2008. Awalnya dikenal dengan nama Stadion Madya Tenggarong atau Stadion Kudungga.
Pembangunannya menelan biaya yang cukup besar, mencapai sekitar Rp 899 miliar, sebagai persiapan Kalimantan Timur menjadi tuan rumah PON XVII tahun 2008. Stadion Aji Imbut memiliki kapasitas yang cukup besar, mampu menampung sekitar 35.000 penonton.
Selain lapangan sepak bola berstandar FIFA, kompleks olahraga ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lain seperti gedung velodrome tertutup, gedung bela diri, arena equestrian (berkuda), stadion panahan, arena sepeda BMX, dan asrama atlet.
Optimalisasi anggaran dan skala prioritas menjadi kunci dalam upaya merawat Stadion Aji Imbut di tengah keterbatasan sumber daya.
(*)