Astra Agro Bakal Tebar Dividen Rp515,8 Miliar

Selain membagikan dividen, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga menyepakati perubahan pengurus.

oleh Gagas Yoga PratomoDiperbarui 28 April 2025, 19:50 WIB
RUPST PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Senin (28/4/2025). (Foto: Astra Agro Lestari)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyepakati pembagian dividen final sebesar Rp 184 per saham dan akan dibayarkan pada 28 Mei 2025.

Selain itu, perusahaan juga kembali menegaskan fokusnya pada keberlanjutan bisnis di 2025 melalui tema “Reinforcing Sustainability”.

Dalam Public Expose (Pubex) tahunan yang digelar setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Astra, Jakarta, Astra Agro mengumumkan para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun.  Sebesar Rp515,8 miliar akan dibagikan sebagai dividen setara dengan Rp268 per saham. Dari jumlah itu, dividen interim Rp84 per saham telah dibayarkan pada Oktober 2024, sementara sisanya Rp184 per saham akan dibayarkan pada 28 Mei 2025.

Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, menjelaskan, kenaikan harga telah mendorong pendapatan perusahaan naik 5% yoy menjadi Rp21,82 triliun dengan laba bersih Perseroan meningkat 9% dari Rp1,06 triliun menjadi Rp1,15 triliun pada tahun 2024. 

“Selain itu, strategi melakukan efisiensi biaya, peningkatan keunggulan operasional, dan inovasi dalam proses produksi yang dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari pembenahan berkelanjutan telah membuat Perseroan mampu memetik hasil yang lebih maksimal,” kata Tingning dalam keterangan resmi, dikutip Senin (28/4/2025).

Tingning menambahkan, faktor kunci yang mendorong kinerja adalah kenaikan harga rata-rata CPO di pasar Rotterdam sebesar 12% menjadi USD 1.084/ton. Ini berdampak positif pada harga jual CPO Astra Agro, yang meningkat 15,6% menjadi Rp12.883/kg.

Sepanjang 2024, 69% penjualan Astra Agro berfokus di pasar domestik untuk mendukung kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), sementara sisanya 31% diekspor ke negara-negara seperti China, India, Korea Selatan, dan Pakistan.

Dorongan Besar untuk Inovasi dan Keberlanjutan

RUPST PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Senin (28/4/2025). (Foto: Astra Agro Lestari)

Menghadapi berbagai tantangan industri, Astra Agro tetap konsisten mengembangkan Research and Development (R&D). Melalui strategi Astra Agro Sustainability Aspirations 2030, perusahaan fokus mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), mempromosikan keberagaman, dan memperkuat dampak positif bagi masyarakat.

Pada 2024, Astra Agro meluncurkan dua unit methane capture di Riau, bertujuan mengubah emisi Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi nol emisi.

Presiden Direktur Astra Agro, Djap Tet Fa, mengungkapkan, Methane capture ini mampu mereduksi emisi gas methane yang berasal dari Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi nol. 

Perseroan juga memaksimalkan aktivitas Warehouse Management System (WMS). Adapun, Perseroan telah mampu mereduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 126,33 kiloton CO2.”

Tak hanya itu, Astra Agro juga menjalankan program replanting seluas 5.052 hektare, meningkat 7% dibanding tahun sebelumnya. Program ini menggunakan bibit unggul hasil riset internal, menjaga keseimbangan ekosistem sambil meningkatkan produktivitas lahan.

Teknologi Drone Monitoring System (DMS) juga telah diimplementasikan di area operasional untuk memantau kinerja secara real-time, mendukung efektivitas dan efisiensi bisnis.

Susunan Pengurus Baru

Dalam RUPST 2025, Astra Agro mengumumkan perubahan penting di jajaran direksi dan komisaris. Santosa menggantikan Chiew Sin Cheok sebagai Presiden Komisaris, sementara Djap Tet Fa ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Santosa. Selain itu, Veronica Lusi Herdiyanti dan Bandung Sahari juga masuk ke jajaran Direksi menggantikan posisi yang kosong karena pensiun.

Adapun susunan baru manajemen Astra Agro adalah:

Presiden Komisaris: Santosa Presiden Direktur: Djap Tet Fa Direktur: Tingning Sukowignjo

Direktur: Widayanto

Direktur: Eko Prasetyo

Direktur: Arief Catur Irawan

Direktur: Veronica Lusi Herdiyanti

Direktur Bandung Sahari.

Presiden Direktur Astra Agro Lestari Djap Tet Fa mengatakan, akan berupaya menjaga kinerja Perseroan yang telah dibangun sejak lama. Selain itu, konsistensi Astra Agro dalam menjalankan komitmen keberlanjutan akan senantiasa dipelihara karena telah menjadi bagian dari Strategi Perseroan. 

"Kami percaya bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) selalu bisa berjalan seiring dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Komitmen Astra Agro dalam mengedepankan kedua aspek tersebut kami yakini dapat meningkatkan kinerja Perusahaan di tahun-tahun mendatang, tentu saja didukung juga dengan riset dan inovasi yang terus dikembangkan,” tutur dia.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya