Liputan6.com, Bandung - Pendidikan merupakan pondasi utama yang penting dalam membangun peradaban di suatu negara. Pasalnya melalui pendidikan manusia memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai moral yang menjadi bekal dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Negara-negara maju sering kali menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam kebijakan mereka karena sadar bahwa sumber daya manusia yang unggul hanya dapat dicetak melalui sistem pendidikan yang kuat.
Advertisement
Oleh sebab itu, penting bagi setiap negara untuk memastikan bahwa pendidikan menjadi hak yang dijamin dan dapat diakses oleh seluruh warganya tanpa terkecuali. Hak atas pendidikan sendiri telah diakui secara internasional.
Namun, tantangan dalam mewujudkan hak atas pendidikan masih cukup banyak terjadi terutama di negara-negara yang mengalami konflik dan masalah lainnya. Adapun di Indonesia pendidikan juga memiliki tantangannya tersendiri.
Tidak jarang di daerah-daerah terpencil atau pelosok yang memiliki keterbatasan akses infrastruktur memiliki tantangan tersendiri. Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi penghalang utama bagi banyak keluarga untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
Oleh karena itu, pemerintah sering membuat program beasiswa, pendidikan gratis, dan pembangunan sekolah merata di seluruh wilayah sangat diperlukan agar tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam memperoleh ilmu.
Pendidikan yang merata juga mampu mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat persatuan antarwarga negara. Adapun di Indonesia sendiri pentingnya pendidikan turut diperingati melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Simak Video Pilihan Ini:
Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas merupakan salah satu peringatan nasional yang penting untuk diketahui masyarakat. Meskipun bukan termasuk hari libur nasional tetapi peringatan ini menyimpan banyak tujuan baik khususnya demi pendidikan di Indonesia.
Melansir dari beberapa sumber, Hari Pendidikan Nasional ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 dan peringatan ini jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.
Adapun pemilihan tanggal tersebut berasal dari sosok tokoh penting yaitu hari lahir Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Sebagai informasi, Ki Hadjar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.
Ia merupakan kelahiran 2 Mei 1889 dan diketahui sebagai bagian keluarga bangsawan Pakualaman. Ki Hadjar Dewantara yang lahir dari keluarga bangsawan kemudian memiliki kesempatan untuk masuk STOVIA.
Sebagai informasi, STOVIA atau School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen dikenal juga sebagai Sekolah Dokter Jawa. Namun, karena kondisi kesehatannya dia tidak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
Setelah gagal melanjutkan sekolah, Ki Hadjar Dewantara terjun dalam dunia jurnalisme dan berkarier dalam beberapa surat kabar serta majalah masa itu. Dia sering menyampaikan kritik sosial-politik kaum bumiputra kepada penjajah.
Ki Hadjar Dewantara Diasingkan
Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai sosok yang kritis termasuk pada pemerintahan pemerintah Belanda dan tentang pendidikan. Namun, karena sifatnya tersebut dia sempat ditangkap dan diasingkan oleh Belanda bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo.
Kemudian ketiga tokoh ini dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai Tiga Serangkai. Adapun setelah kembali dari pengasingannya di Belanda Ki Hadjar Dewantara mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa pada 3 Juli 1922.
Setelah Indonesia merdeka, Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1950. Sosoknya dikenal sebagai pahlawan pendidikan terutama terkait jasa dan perjuangannya di bidang pendidikan.
Selain itu, Ki Hadjar Dewantara juga dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959. Tanggal lahirnya pun dipilih sebagai peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Tujuan Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional merupakan peringatan yang penting untuk diketahui khususnya bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya pendidikan merupakan pilar penting dalam membangun suatu negara untuk tetap maju.
Selain itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam mendukung hingga memajukan sistem pendidikan di Indonesia. Terutama untuk membuat pendidikan di masa depan jauh lebih cerah.
Kemudian peringatan ini menjadi pengingat pada masyarakat atas pentingnya memberikan pendidikan yang berkualitas terhadap setiap anak bangsa yang akan menjadi penerus sekaligus pondasi bangsa.
Peringatannya juga menjadi salah satu bentuk apresiasi serta penghormatan atas jasa-jasa serta perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan.