Rumah Sempat Digeledah, KPK Diminta Tak Ragu Panggil La Nyalla

Pengurus Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) Bambang Irawan mendukung langkah KPK yang akan memanggil La Nyalla.

oleh Tim NewsDiperbarui 23 April 2025, 17:27 WIB
Pengurus Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) Bambang Irawan mendukung langkah KPK yang akan memanggil La Nyalla. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Rumah anggota DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin 14 April 2025.

KPK pun menyatakan bakal panggil La Nyalla dalam waktu dekat untuk mengonfirmasi hasil penggeledahan.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) Bambang Irawan mendukung langkah KPK yang akan memanggil La Nyalla.

"Kami mendukung penuh tiap upaya KPK berantas kejahatan korupsi yang tak ada habis-habisnya di negeri ini. Jangan pandang bulu, tindak tegas siapa pun yang terlibat," ujar Bambang, melalui keterangan tertulis, Selasa (22/4/2025).

Menurut Bambang, rakyat Indonesia masih menaruh harapan besar pada KPK sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi.

"Saya rakyat menuntut keadilan, dan penegakan hukum yang tegas. Bila pun La Nyalla ada bukti terlibat, maka sah KPK proses hukum, wajib tanpa kompromi," ucap dia.

Bambang mengingatkan, korupsi merupakan musuh bersama dan hal ini bukan sekadar tentang satu orang.

"Namun, bangsa perlu diselamatkan dari kerakusan segelintir, terlebih mereka yang pernah duduk di kursi kekuasaan yang seharusnya menjadi teladan seperti dalam ajaran agama," kata dia.

"Makanya kita desak dan dukung KPK segera memanggil, jangan ragu-ragu jika terbukti bersalah adili," tutup Bambang.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, penggeledahan rumah anggota DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti berkaitan dengan posisinya saat menjabat di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur.

"Kaitannya saat yang bersangkutan di KONI, di mana KONI salah satu yang mendapatkan hibah dimaksud," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dihubungi dari Jakarta, Rabu 16 April 2025, seperti dilansir dari Antara.

 

KPK: Rumah La Nyalla Digeledah Terkait Posisi di KONI Jatim

Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti/Istimewa.

La Nyalla Mattalitti diketahui sempat menjabat sebagai Wakil Ketua KONI Jatim. Lebih lanjut Fitroh menjelaskan bahwa hibah yang dimaksud tersebut terkait dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Iya betul, terkait penyidikan dana hibah jatim," ujarnya.

Sebelumnya, rumah La Nyalla di Kota Surabaya, Jawa Timur, digeledah penyidik KPK pada Senin 14 April 2025.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada jurnalis di Jakarta, Senin 14 April 2025, mengonfirmasi kabar tersebut.

"Penyidik sedang melakukan kegiatan penggeledahan di Kota Surabaya," kata Tessa.

Kemudian pada Selasa 15 April 2025, penyidik KPK menggeledah Kantor KONI Jatim.

"Benar. Penyidik sedang melakukan kegiatan penggeledahan di Kota Surabaya terkait penyidikan perkara dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) Jatim," kata Tessa di Jakarta, Selasa 15 April 2025.

 

KPK Bakal Panggil La Nyalla Terkait Kasus Dana Hibah Jatim

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Liputan6.com/Fachrur Rozie)

KPK telah menggeledah rumah mantan Ketua DPD RI 2019-2024 La Nyalla Mattalitti terkait dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) 2021-2022.

KPK akan memanggil La Nyalla dalam waktu dekat untuk mengonfirmasi hasil penggeledahan.

"Tentu (akan dipanggil dalam waktu dekat) karena harus dikonfirmasi," ujar Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, Selasa (22/4/2025).

"Kita melakukan apa namanya, penggeledahan di tempat beliau, di tempat yang bersangkutan, barang-barangnya ada yang tentu kita harus konfirmasi," sambung dia.

Terkait sejumlah bantahan dari La Nyalla soal penggeledahan ini, Asep tidak mempersoalkan. Dia memastikan akan memanggil La Nyalla.

"Ya, nggak apa-apa. Nggak apa-apa. Mungkin juga, benar juga nggak apa-apa. Nanti kan kita panggil. Kita panggil," tegas Asep.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya