5 Fakta Menarik Manicure, Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno

Dari Mesir kuno hingga tren modern, manicure ternyata menyimpan fakta unik yang berkaitan dengan kesehatan dan kecantikan.

oleh Selma Intania HafidhaDiterbitkan 24 April 2025, 08:00 WIB
Gunakan pembersih kuku yang tepat untuk membersihkan nail art (Foto/Sumber: Freepik/devmaryana)

Liputan6.com, Jakarta Manicure bukan hanya soal memotong dan mempercantik kuku. Manicure adalah bentuk self-care yang semakin jadi gaya hidup banyak orang. Dari sentuhan lembut saat membersihkan kutikula, hingga kilau akhir dari lapisan cat kuku, setiap langkahnya memberi rasa tenang sekaligus kepercayaan diri.

Tentunya ada perasaan nyaman, rileks, dan rasa puas pada diri sendiri di balik kuku yang indah. Berbagai pilihan desain dan warna yang bisa mencerminkan kepribadian kamu—apakah kamu tipe elegan dengan warna nude, atau berani tampil beda dengan glitter dan warna mencolok?

Manicure sudah ada sejak zaman Mesir kuno, di mana wanita-wanita Mesir menggunakan campuran henna untuk mempercantik kuku mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan kuku telah menjadi bagian integral dari budaya kecantikan selama ribuan tahun.

Selain itu, manicure juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Kuku yang terawat rapi dan bersih akan membuat seseorang merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Berikut Liputan6.com merangkum dari milano.ua tentang fakta unik manicure yang jarang diketahui, Rabu (23//4/2025).

1. Asal Kata Manicure

Terkenal karena khasiatnya untuk kulit dan rambut, ternyata minyak zaitun juga bisa digunakan pada kuku. Yuk, buktikan sekarang! (Sumber: Freepik/arinahabich).

Kata manicure berasal dari bahasa Latin: "manus" yang berarti tangan, dan "cura" yang berarti perawatan. Jadi sejak awal, manikur bukan hanya soal mempercantik kuku, tapi mencakup perawatan menyeluruh tangan dan kuku—mulai dari massage, pembersihan, hingga penghiasan.

2. Sudah Populer Sejak Zaman Mesir Kuno

Tips merawat kuku dari nail art dengan mudah dan aman (Foto/Sumber: Freepik)

Cleopatra dikenal menggunakan henna merah untuk mewarnai kukunya—warna merah menandakan status kerajaan. Sedangkan di kalangan rakyat biasa, warna kuku lebih natural atau gelap. 

Pada zaman Mesir Kuno, kuku juga dianggap mencerminkan kekuatan dan spiritualitas. Makin cerah warna kuku, makin tinggi pula kedudukannya!

3. China Kuno: Pelopor Cat Kuku Alami

Baru! Cara alami yang dapat digunakan untuk merawat kuku tetap sehat dan berkilauan hanya di rumah saja. (Sumber: Freepik/golubovystock).

Bangsa Tiongkok pada tahun 3000 SM telah menggunakan campuran alami seperti lilin lebah, kelopak bunga, gelatin, putih telur, dan bahkan selai buah untuk membuat cat kuku.

Kombinasi bahan ini direndam bersama dan kemudian dioleskan pada kuku, memberikan warna yang lembut hingga mencolok tergantung bahan yang digunakan dan status sosial pemakainya. Dalam budaya China kuno, warna dan panjang kuku bukan hanya soal estetika, melainkan lambang status dan kekuasaan.

4. Laki-Laki Prancis & Kuku Kelingking yang Panjang

Tidak usah khawatir dan bingung tentang kuku kusam, karena sekarang kita bisa menemukan penyebab dan cara merawatnya hanya dengan satu klik saja di sini. (Sumber: Freepik).

Pada abad ke-17 di Prancis, para pria dari kelas atas memanjangkan kuku kelingking mereka. Uniknya, ini bukan semata-mata tren, tapi juga digunakan untuk mengetuk pintu secara sopan tanpa menggunakan tangan atau mengetuk terlalu keras. Saat itu, perawatan kuku bukan hanya milik perempuan. Fashion dan kecantikan dianggap milik semua gender!

5. Salon Manikur Pertama di Dunia Ada di New York

Tidak usah khawatir dan bingung tentang kuku kusam, karena sekarang kita bisa menemukan penyebab dan cara merawatnya hanya dengan satu klik saja di sini. (Sumber: Freepik).

Pada tahun 1918, Mary E. Cobb membuka salon manikur pertama di Manhattan, New York, setelah belajar teknik manikur di Prancis. Ia juga menciptakan emery board, atau papan amplas kuku, yang masih kita pakai hingga kini.

Pada masanya, manicure hanya dinikmati kalangan elit. Tapi berkat inovasi dan usaha Mary E. Cobb, manikur mulai diakses oleh masyarakat luas. Perjalanan inilah yang membuat perawatan kuku dari “simbol status sosial” menjadi bagian dari rutinitas kecantikan sehari-hari yang bisa dinikmati siapa saja.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya