Liputan6.com, Jakarta: Asmar Latin Sani yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, ternyata pernah memiliki serbuk bahan peledak sebanyak 50 kilogram. Seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, baru-baru ini, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bengkulu Komisaris Polisi Dedy Jumadi mengatakan, serbuk bahan peledak itu dibawa M. Rais dari Palembang sekitar Februari 2003 dan disimpan di rumah Asmar di Bengkulu hingga Maret 2003. Kini, Kabag Humas Polda Bengkulu menambahkan, barang bukti itu masih dilacak polisi, termasuk kendaraan roda empat yang membawa serbuk bahan peledak tersebut [baca: Kepala Terpenggal Itu Milik Asmar].
"Menurut keterangan M. Rais dan Sardono yang kini ditahan di Mapolda Bengkulu, Asmar kemudian membawa bahan peledak itu," kata Dedy Jumadi. Diduga, bahan peledak tersebut dibawa keluar Bengkulu. Kompol Dedy Jumadi juga mengatakan, polisi menduga kartu tanda penduduk Asmar palsu. Sebab, setelah dicek, Asmar tak dikenal warga setempat. Selain itu, nomor rumah yang tertera di KTP berfoto Asmar tersebut tak ada di wilayah itu.
Di lokasi bekas ledakan di Hotel Marriott, manajemen hotel mulai membersihkan sisa-sisa ledakan, Sabtu ini. Dari pemantauan SCTV, puing-puing yang berserakan dipindahkan, kecuali benda-benda yang berkaitan dengan penyelidikan polisi, seperti bangkai mobil. Polisi juga menyatakan Hotel Marriott masih tertutup untuk umum, kecuali karyawan hotel yang diminta untuk tetap bekerja. Lokasi ledakan ditutup dengan terpal biru dan polisi memeriksa ketat setiap orang yang akan masuk ke lokasi.(SID/Yusril Ardanis dan Anto S)
"Menurut keterangan M. Rais dan Sardono yang kini ditahan di Mapolda Bengkulu, Asmar kemudian membawa bahan peledak itu," kata Dedy Jumadi. Diduga, bahan peledak tersebut dibawa keluar Bengkulu. Kompol Dedy Jumadi juga mengatakan, polisi menduga kartu tanda penduduk Asmar palsu. Sebab, setelah dicek, Asmar tak dikenal warga setempat. Selain itu, nomor rumah yang tertera di KTP berfoto Asmar tersebut tak ada di wilayah itu.
Di lokasi bekas ledakan di Hotel Marriott, manajemen hotel mulai membersihkan sisa-sisa ledakan, Sabtu ini. Dari pemantauan SCTV, puing-puing yang berserakan dipindahkan, kecuali benda-benda yang berkaitan dengan penyelidikan polisi, seperti bangkai mobil. Polisi juga menyatakan Hotel Marriott masih tertutup untuk umum, kecuali karyawan hotel yang diminta untuk tetap bekerja. Lokasi ledakan ditutup dengan terpal biru dan polisi memeriksa ketat setiap orang yang akan masuk ke lokasi.(SID/Yusril Ardanis dan Anto S)