Banjir Bandang Kembali Terjang Sukabumi, Satu Orang Meninggal Dunia

Hujan intensitas tinggi membuat Kabupaten Sukabumi kembali diterjang banjir bandang, akibatnya satu orang dinyatakan meninggal dan satu orang mengalami luka ringan. Sementara dua rumah rusak berat serta puluhan rumah tergenang banjir.

oleh Fira SyahrinDiperbarui 20 April 2025, 02:25 WIB
Warga saat melintasi banjir bandang di Jalan Raya Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Sukabumi - Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore (19/4/2025) hingga malam menyebabkan banjir bandang di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Bencana ini mengakibatkan satu korban jiwa dan satu warga lainnya mengalami luka ringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan bahwa korban jiwa bernama Entis Sutisna, warga Kampung Cempaka Putih. 

Korban diduga terpeleset saat mengendarai sepeda motor melintasi jembatan Cigangsa di tengah arus deras banjir yang merendam sekira pukul 18.30 WIB.

"Korban terjatuh dari motor dan mengalami kejang-kejang. Sempat dilarikan ke RSUD Palabuhanratu, namun nyawanya tidak tertolong," kata Deden Sumpena.

Selain korban jiwa, satu warga Kampung Cangehgar mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. Dia menambahkan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan luapan air yang signifikan di beberapa titik di Kecamatan Palabuhanratu, termasuk Kelurahan Palabuhanratu dan Desa Citarik. Beberapa wilayah terdampak meliputi Kampung Cangehgar, Cisaat, Kampung Tipar, dan Badak Putih.

"Pimpinan daerah telah mengambil langkah-langkah dan melakukan peninjauan lokasi yang direncanakan untuk dibangun atau dinormalisasi. Namun, saat ini masih dalam tahap perencanaan," ujarnya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Perkiraan Curah Hujan Masih Tinggi, BPBD Minta Warga Waspada

Menurut informasi dari BMKG, lanjut dia, curah hujan di wilayah Sukabumi masih tinggi. Bencana banjir bandang ini menambah daftar kejadian serupa yang terjadi sejak Desember tahun lalu dan Maret tahun ini.

Lebih lanjut, dampak banjir juga menyebabkan kurang lebih dua rumah hancur, dan sejumlah rumah lainnya terdampak di sekitar Kampung Tipar RW 8.

Adapun langkah lanjut dalam menangani bencana ini, BPBD Sukabumi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat mengingat perkiraan BMKG terkait curah hujan yang masih tinggi.

"Bahaya hidrometeorologi masih mengintai. Pemerintah daerah akan terus berupaya mengambil langkah-langkah minimal untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana serupa," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya