Gugat Kebijakan Tarif Impor Trump, Gubernur California: Ini Gol Bunuh Diri Terburuk AS

Dengan 40 juta penduduk dan ekonomi yang besar serta terbuka yang menyumbang 14 persen PDB AS, California diprediksi akan menanggung dampak ekonomi terberat dari gejolak terkini.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 17 April 2025, 13:51 WIB
Gubernur California Gavin Newsom saat membahas kebijakan tarif Presiden Donald Trump selama konferensi pers pada hari Rabu (16/4/2025), di sebuah perkebunan almond di Ceres, California, Amerika Serikat. (Dok. AP/Noah Berger)

Liputan6.com, Washington, DC - Pemerintah Negara Bagian California menggugat pemerintah federal atas tarif impor Donald Trump yang terus berubah-ubah, kata gubernur dan jaksa agung negara bagian pada Rabu (16/4/2025), dengan alasan presiden Amerika Serikat itu tidak memiliki hak untuk memberlakukannya. Gugatan diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California.

Langkah ini menjadi perlawanan terbesar terhadap kebijakan tarif yang telah membuat pasar saham global kolaps dan memicu kecemasan bisnis di seluruh AS akibat ketidakpastian.

"Ini gol bunuh diri terburuk dalam sejarah negara ini," kata Gubernur California Gavin Newsom seperti dilansir CNA. "Salah satu hal paling merusak yang pernah kita alami dalam sejarah Amerika modern."

Kantor Newsom menyatakan California—yang akan menjadi ekonomi terbesar kelima dunia jika merdeka—bisa kehilangan pendapatan miliaran dolar jika kebijakan tarif Trump merusak perdagangan internasional.

Trump sejak lama memandang tarif sebagai alat untuk menyeimbangkan kembali hubungan dagang AS—yang ia sebut sebagai tugas mendesak—dan sejak masa kampanye telah berjanji akan mengenakan pajak tambahan atas impor.

Kebijakan tarif yang semula hanya menyasar Meksiko dan Kanada kemudian diperluas melalui deklarasi 'Hari Pembebasan' oleh Trump, yang memberlakukan beban berat bagi puluhan negara - termasuk berbagai sekutu dan mitra AS. Meski banyak dari tarif ini akhirnya ditunda, pengumuman kebijakan yang berantakan ini telah memicu gejolak di pasar saham global dan mengikis triliunan dolar nilai aset.

Newsom mengatakan salah urus ekonomi Trump merugikan warga biasa - termasuk banyak pendukung Trump - sambil menguntungkan donor dan teman-temannya yang miliuner. Menurutnya, dalam hitungan minggu saja, AS telah berubah dari sistem kapitalisme bebas menjadi kapitalisme kroni - perubahan yang terjadi begitu cepat.

"Ini adalah personifikasi dari korupsi ... sangat terang-terangan, setiap menit, setiap hari, setiap jam."

"Bagaimana mungkin kita diam saja membiarkan ini terjadi?" kata Newsom, yang diperkirakan luas akan maju sebagai kandidat calon presiden dari Partai Demokrat pada Pilpres AS 2028.

 

Respons Gedung Putih

Ilustrasi Gedung Putih, Amerika Serikat. (Dok. Pixabay)

Juru bicara Gedung Putih yang dikutip media lokal mengabaikan gugatan ini dengan menyatakan bahwa upaya California tidak berdasar.

"Alih-alih berfokus pada maraknya kejahatan, tuna wisma, dan mahalnya harga di California, Gavin Newsom justru menghabiskan waktunya untuk mencoba menghalangi upaya bersejarah Presiden Trump untuk akhirnya mengatasi keadaan darurat nasional berupa defisit perdagangan barang yang terus-menerus terjadi di negara kita," kata juru bicara Gedung Putih Kush Desai. "Seluruh pemerintahan Trump tetap berkomitmen untuk mengatasi keadaan darurat nasional yang menghancurkan industri-industri Amerika dan meninggalkan para pekerja kita dengan segala cara yang kita miliki, mulai dari tarif hingga negosiasi."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya