Rupiah Perkasa terhadap USD Dampak China Tolak Pesawat AS

Rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 16.837 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.827 per dolar AS.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 April 2025, 20:15 WIB
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp 16.845 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 16.815 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Rabu ini. Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh penolakan China terhadap pesawat buatan AS.

Pada Rabu (16/4/2025), rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 16.837 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.827 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp 16.845 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 16.815 per dolar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi penolakan China atas pengiriman pesawat Boeing dari AS.

“China telah memerintahkan maskapai penerbangannya untuk tidak menerima pengiriman jet Boeing lebih lanjut sebagai tanggapan atas keputusan AS untuk mengenakan tarif 145 persen pada barang-barang China,” ujarnya dikutip dari Antara.

Investor disebut sedang berjuang menemukan katalis untuk mendorong pemulihan lebih berarti mengingat pertumbuhan ekonomi global secara luas diperkirakan melambat seiring kebijakan tarif AS terhadap berbagai negara, terutama China yang diberlakukan tarif sebesar 145 persen dalam berbagai sektor.

Trump yang telah menaikkan tarif pada barang-barang China ke tingkat sangat tinggi, kata Ibrahim, mendorong China mengenakan bea balasan atas impor AS dalam perang dagang yang semakin intensif antara dua ekonomi terbesar dunia. Situasi ini dikhawatirkan pasar akan menyebabkan resesi global.

Melihat sentimen dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 diprediksi melambat menjadi kisaran 4,9-5 persen. Proyeksi ini melambat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2024 yang mencapai 5,02 persen.

Tantangan reformasi struktural dan efektivitas belanja pemerintah, perlunya peningkatan produktivitas sektor riil, efektivitas kebijakan fiskal dan moneter, dan urgensi penguatan fundamental ekonomi domestik dianggap menjadi penghambat laju perekonomian.

 

Viral Uang Rp 50.000 Kurang Nol, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Ir.H. Djuanda Kartawidjaja terdapat dalam pecahan rupiah Tahun Emisi 2022 yang bernilai Rp 50.000 . (Dok/Bank Indonesia)

Sebelumnya, Kepala Departemen Pengelolaan Bank Indonesia, Anwar Bashori, menanggapi terkait beredarnya isu di media sosial mengenai uang pecahan Rp 50.000 yang disebut-sebut mengalami kesalahan cetak karena kekurangan satu angka nol.

Anwar menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak pernah menerbitkan uang Rupiah pecahan Rp50.000 dengan kekeliruan pada penulisan nominal.

"Terkait dengan isu konten uang yang nominalnya kurang 0 satu, perlu kami tegaskan bahwa Bank Indonesia tidak pernah menerbitkan uang Rupiah Rp 50.000 dengan tulisan kekurangan satu angka nol," kata Anwar kepada Liputan6.com, Selasa (15/4/2025).

Penerbitan dan pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan Rp 50.000 Tahun Emisi 2022 telah diatur secara resmi dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/9/PBI/2022.

"Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan Rp 50.000 Tahun Emisi 2022 diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/9/PBI/2022," jelasnya.

Dikutip dari PBI tahun 2022 Pasal 1, Bank Indonesia mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah pecahan 50.000 (lima puluh ribu) tahun emisi 2022 sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia.

Cara Lapor ke BI

Sementara itu, dalam hal masyarakat menemukan uang Rupiah yang diragukan keasliannya atau dipandang tidak sesuai dengan ciri keaslian uang Rupiah, Bank Indonesia menghimbau agar segera melakukan klarifikasi ke kantor Bank Indonesia terdekat.

Bank Indonesia juga terus mengedukasi masyarakat untuk mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode 3D yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu merawat uang Rupiah sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga alat pembayaran sah sekaligus melindungi diri dari risiko peredaran uang palsu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya