Gelombang Panas Lebih Awal Landa India dan Pakistan, Suhu hingga 49 Derajat Celcius

Suhu panas yang melonjak secara ekstrem berdampak langsung bagi masyarakat setempat, mulai dari masalah kesehatan hingga sosial.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 16 April 2025, 19:10 WIB
Gelombang panas semakin parah pasca ibukota Delhi mencatat suhu tertinggi mereka di nyaris 50 derajat Celcius. (Arun SANKAR/AFP)

Liputan6.com, New Delhi - Ratusan juta warga di India dan Pakistan kini menghadapi kenyataan menakutkan: gelombang panas musim panas tiba lebih awal, menekan batas ketahanan hidup manusia, dan menimbulkan beban besar terhadap pasokan energi, ketahanan pangan, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam.

Secara historis, kedua negara ini memang mengalami gelombang panas pada bulan Mei dan Juni. Namun tahun ini, musim panas ekstrem datang lebih cepat dan diprediksi akan bertahan lebih lama dari biasanya.

Pekan ini, suhu diperkirakan melonjak ke tingkat berbahaya. Badan Meteorologi Pakistan memperkirakan beberapa wilayah akan mengalami suhu hingga 8 derajat Celcius di atas normal, antara tanggal 14 hingga 18 April. Di Provinsi Balochistan, suhu maksimum bisa mencapai 49 derajat Celciu—setara dengan suhu di Death Valley, kawasan terpanas dan terkering di Amerika Utara.

Di Kota Dera Murad Jamali, Balochistan, warga bernama Ayoub Khosa menggambarkan intensitas panas yang "membuat banyak orang lengah." Ia mengungkapkan pemadaman listrik yang terjadi hingga 16 jam per hari memperparah kondisi.

"Panas ini menjadi semakin sulit dihadapi ketika listrik padam selama berjam-jam," ujarnya, seperti dikutip dari laman CNN, Rabu (16/4/2025). 

Di negara tetangga India, kondisi serupa juga terjadi. Departemen Meteorologi India mengeluarkan peringatan akan "jumlah hari gelombang panas di atas normal" untuk bulan April. Di ibu kota New Delhi yang berpenduduk lebih dari 16 juta jiwa, suhu telah melampaui 40°C setidaknya tiga kali bulan ini, naik hingga 5 derajat dari rata-rata musiman.

Wilayah lain seperti Rajasthan di barat laut juga terdampak parah. Di sana, para petani dan pekerja harian berjuang di bawah terik matahari, sementara laporan mengenai penyakit akibat panas mulai bermunculan.

Ancaman bagi Kehidupan Manusia

Sejumlah wilayah yang berdekatan dengan New Delhi juga mencatakan kenaikan suhu yang ekstrem. (AP Photo/Shonal Ganguly)

Para pakar memperingatkan bahwa suhu yang terus meningkat telah menguji batas kemampuan tubuh manusia. Selama beberapa dekade terakhir, gelombang panas telah merenggut puluhan ribu nyawa di India dan Pakistan.

Diperkirakan, pada tahun 2050, India akan menjadi salah satu negara pertama yang melampaui batas ketahanan hidup manusia akibat panas ekstrem.

Di bawah kondisi ini, perempuan hamil dan janin mereka menjadi kelompok yang paling rentan. Neha Mankani dari International Confederation of Midwives di Karachi menyebutkan adanya lonjakan kelahiran prematur, gangguan pernapasan, hingga komplikasi serius seperti preeklampsia—penyebab utama kematian ibu.

India dan Pakistan, dua negara yang masih menghadapi kesenjangan pembangunan, disebut akan menjadi salah satu wilayah paling terdampak akibat krisis iklim. Lebih dari satu miliar orang di Asia Selatan diprediksi akan terpengaruh langsung.

Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya