Citizen, Manufui: Napas merupakan anugerah Tuhan yang paling mendasar. Setiap makhluk hidup memiliki napas yang menjadi awal dari sebuah kehidupan. Apabila mahkluk hidup tidak bernapas maka tentunya ia telah mati. Oleh karena itu, napas perlu diolah secara baik dan benar untuk lebih menjadikan kehidupan itu penuh makna.
Menyadari akan eksistensi sebuah napas kehidupan, sekelompok manusia yang menamakan diri 'De Colores' hadir untuk membuktikan dahsyatnya sebuah aliran seni pernapasan, yakni olah napas, olah iman, olah rasa, dan olah raga seni tenaga dalam De Colores. De colores mengutamakan kekuatan napas yang diolah secara baik dan teratur. Seni pernapasan yang satu ini bukan saja mengandalkan fisik atau yang disebut dengan olahraga, namun juga menyeimbangkan dengan ketiga seni lainnya.
Jika di luar terdapat motto, Men Sano In Corpore Sano, yakni di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, namun di dalam De Colores dikatakan, di dalam jiwa yang sehat baru terdapat tubuh sehat. Orang yang sehat fisiknya belum tentu jiwanya sehat. Mereka yang memiliki tubuh yang bugar belum tentu jiwanya juga sehat atau tidak berpenyakit. Kesehatan pikiran dan kesehatan mental menjadi kekuatan untuk sehat secara holistic atau keseluruhan.
Penyakit jantung, penyakit stroke, ataupun berbagai penyakit lainnya dewasa ini bukan saja disebabkan oleh fisik yang kurang fit, namun lebih dikarenakan jiwanya sedang sakit. Stres, beban mental lainnya inilah yang menjadi penyebabnya. De Colores menawarkan untuk bagaimana bisa mengolah napas yang menyembuhkan, mengolah rasa dengan kekuatan pikiran dan mengolah iman dengan doa serta meditasi. Dengan begitu akan menimbulkan satu kekuatan yang dahsyat yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit baik fisik maupun nonfisik. Penyakit fisik adalah penyakit yang mampu dideteksi oleh dokter namun penyakit penyakit nonfisik tak mampu dideteksi oleh medis melainkan para psikiater dan diri kita sendiri.
Penyakit nonfisik berupa, stres, beban mental, di santet, guna-guna, dan hipnotis. Semua itu hanya bisa dilawan dengan menyatukan deteksi fisik dan nonfisik. Kemoderenan alat-alat medis saat ini tidak mampu menjawab segala jenis penyakit saat ini, namun keduanya harus berjalan seiring dalam melayani pasien. De Colores menawarkan agar setiap pribadi mengolah napas serta menjadi dokter untuk dirinya sendiri sedini mungkin.
Apa itu De Colores?
De Colores merupakan sebuah seni pernapasan yang tumbuh dan lahir dari masyarakat akar rumput. Ia tumbuh di kala dunia mengalami begitu banyak kematian gratis. Manusia menjadi serigala bagi sesama, seperti yang dikatakan Thomas Hobbes, berlaku pula hingga saat ini. Di dunia modernisasi manusia bisa mematahkan dan membunuh sesama dengan kekuatan-kekuatan gelap. Apakah ini kehendak Tuhan? Inilah hal metafisik yang tidak diterima logika namun hal ini ada di dunia. Banyak penyakit yang tidak dideteksi alat-alat medis seperti ronsen atau scan namun penyakit tetap bersarang di tubuh. Kekuatan gelap telah menutupi fungsi dan kerja dari alat medis.
De Colores berasal dari bahasa Spanyol yang memiliki arti warna-warni. Komunitas De Colores merupakan sebuah komunitas seni pernapasan yang bernaung di bawah Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) NTT yang dibawa oleh seorang misionaris serikat sabda Allah, P Dominikus Kadju Dheo SVD. Seni pernapasan yang bernafaskan iman Katolik ini terbuka kepada semua aliran agama lain mengingat semua umat manusia memiliki nafas yang sama yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia.
De Colores sendiri lahir dari sebuah masa transisi dan konflik yang terjadi di Timor Leste pada 2001. Yaitu sebuah gerakan pertahanan iman untuk menumbuhkan iman di daerah konflik. Sejumlah pemuda pada saat itu dilatih untuk tetap setia pada gereja. Berkat kekuatan iman inilah lahir sebuah seni pernapasan, De Colores.
Kemudian aliran ini bergerak menuju Indonesia khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur yang berdekatan dengan Timor Leste. Selain di NTT, aliran pernapasan ini telah hadir pula di pulau Jawa yakni Jakarta, Jogjakarta, Surabaya dan Malang. Selain di Indonesia dan Timor Leste, para anggota De Colores yang umumnya para kaum muda pekerja dan mahasiswa hingga saat ini telah membuka cabang di beberapa Negara seperti Brazil, Amerika, Mexico, Spanyol, Inggris, Italia, Perancis, Fiji, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Australia, dan Malaysia. (Fransiskus Pongky Seran/Mar)
Fransiskus Pongky Seran adalah pewarta warga.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com.
Menyadari akan eksistensi sebuah napas kehidupan, sekelompok manusia yang menamakan diri 'De Colores' hadir untuk membuktikan dahsyatnya sebuah aliran seni pernapasan, yakni olah napas, olah iman, olah rasa, dan olah raga seni tenaga dalam De Colores. De colores mengutamakan kekuatan napas yang diolah secara baik dan teratur. Seni pernapasan yang satu ini bukan saja mengandalkan fisik atau yang disebut dengan olahraga, namun juga menyeimbangkan dengan ketiga seni lainnya.
Jika di luar terdapat motto, Men Sano In Corpore Sano, yakni di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, namun di dalam De Colores dikatakan, di dalam jiwa yang sehat baru terdapat tubuh sehat. Orang yang sehat fisiknya belum tentu jiwanya sehat. Mereka yang memiliki tubuh yang bugar belum tentu jiwanya juga sehat atau tidak berpenyakit. Kesehatan pikiran dan kesehatan mental menjadi kekuatan untuk sehat secara holistic atau keseluruhan.
Penyakit jantung, penyakit stroke, ataupun berbagai penyakit lainnya dewasa ini bukan saja disebabkan oleh fisik yang kurang fit, namun lebih dikarenakan jiwanya sedang sakit. Stres, beban mental lainnya inilah yang menjadi penyebabnya. De Colores menawarkan untuk bagaimana bisa mengolah napas yang menyembuhkan, mengolah rasa dengan kekuatan pikiran dan mengolah iman dengan doa serta meditasi. Dengan begitu akan menimbulkan satu kekuatan yang dahsyat yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit baik fisik maupun nonfisik. Penyakit fisik adalah penyakit yang mampu dideteksi oleh dokter namun penyakit penyakit nonfisik tak mampu dideteksi oleh medis melainkan para psikiater dan diri kita sendiri.
Penyakit nonfisik berupa, stres, beban mental, di santet, guna-guna, dan hipnotis. Semua itu hanya bisa dilawan dengan menyatukan deteksi fisik dan nonfisik. Kemoderenan alat-alat medis saat ini tidak mampu menjawab segala jenis penyakit saat ini, namun keduanya harus berjalan seiring dalam melayani pasien. De Colores menawarkan agar setiap pribadi mengolah napas serta menjadi dokter untuk dirinya sendiri sedini mungkin.
Apa itu De Colores?
De Colores merupakan sebuah seni pernapasan yang tumbuh dan lahir dari masyarakat akar rumput. Ia tumbuh di kala dunia mengalami begitu banyak kematian gratis. Manusia menjadi serigala bagi sesama, seperti yang dikatakan Thomas Hobbes, berlaku pula hingga saat ini. Di dunia modernisasi manusia bisa mematahkan dan membunuh sesama dengan kekuatan-kekuatan gelap. Apakah ini kehendak Tuhan? Inilah hal metafisik yang tidak diterima logika namun hal ini ada di dunia. Banyak penyakit yang tidak dideteksi alat-alat medis seperti ronsen atau scan namun penyakit tetap bersarang di tubuh. Kekuatan gelap telah menutupi fungsi dan kerja dari alat medis.
De Colores berasal dari bahasa Spanyol yang memiliki arti warna-warni. Komunitas De Colores merupakan sebuah komunitas seni pernapasan yang bernaung di bawah Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) NTT yang dibawa oleh seorang misionaris serikat sabda Allah, P Dominikus Kadju Dheo SVD. Seni pernapasan yang bernafaskan iman Katolik ini terbuka kepada semua aliran agama lain mengingat semua umat manusia memiliki nafas yang sama yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia.
De Colores sendiri lahir dari sebuah masa transisi dan konflik yang terjadi di Timor Leste pada 2001. Yaitu sebuah gerakan pertahanan iman untuk menumbuhkan iman di daerah konflik. Sejumlah pemuda pada saat itu dilatih untuk tetap setia pada gereja. Berkat kekuatan iman inilah lahir sebuah seni pernapasan, De Colores.
Kemudian aliran ini bergerak menuju Indonesia khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur yang berdekatan dengan Timor Leste. Selain di NTT, aliran pernapasan ini telah hadir pula di pulau Jawa yakni Jakarta, Jogjakarta, Surabaya dan Malang. Selain di Indonesia dan Timor Leste, para anggota De Colores yang umumnya para kaum muda pekerja dan mahasiswa hingga saat ini telah membuka cabang di beberapa Negara seperti Brazil, Amerika, Mexico, Spanyol, Inggris, Italia, Perancis, Fiji, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Australia, dan Malaysia. (Fransiskus Pongky Seran/Mar)
Fransiskus Pongky Seran adalah pewarta warga.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com.