Liputan6.com, Jakarta - Aqeela duduk di depan piano, jari-jarinya menari lembut di atas tuts, mengiringi suaranya yang merdu. Lagu yang ia ciptakan sendiri mengalun, penuh ketenangan dan makna mendalam. Tante Rita duduk di bangku taman, terpaku pada Aqeela yang tenggelam dalam musiknya.
Di studio, Zara menatap Fattah dengan mata berkaca-kaca. Mohan perlahan mundur, memberi ruang. Fattah, yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, bertanya, Ada yang mau menjelaskan ini, atau kita akan diam di sini sepanjang malam?
Advertisement
Mohan meninggalkan ruangan, menyisakan Zara dengan Fattah. Fattah menatap Zara tajam, Aku tidak menyangka kamu dan dia bisa seemosional itu! Aku benar-benar tidak tahu! Zara menutup matanya, mencoba menjelaskan, Kamu salah paham, Fattah!
Sementara itu, Aqeela berada di depan pohon besar. Dia mengeluarkan ponselnya, menyelipkannya di celah batang pohon, dan menekan tombol rekam. Semoga baterainya cukup sampai dia muncul, dan aku bisa tahu siapa dia sebenarnya, gumamnya.
Di tempat lain, Mohan sudah berada di ruko, duduk bersandar di bawah sofa. Raisa duduk di sampingnya dan bertanya, Apa yang kalian bicarakan tadi dengan Zara? Mohan terlihat santai, Kamu tidak berpikir aku ada apa-apa dengan Zara, kan? Mohan menarik napas panjang dan menoleh sekilas ke arah Raisa.
Fattah duduk sendirian di kafe, menunggu kedatangan Harry. Tak lama kemudian, Harry datang sambil menahan tawa. Belakangan ini, sepertinya lagi tren ya, hubungan tanpa status tapi tidak terima kalau pasangannya dekat dengan orang lain. Minimal jadian dulu lah, kata Harry. Fattah menghela napas, merenungkan situasinya.