Harga Emas Antam Terjun Bebas, Cek Rincian Harga Logam Mulia Hari Ini

Harga emas Antam anjlok pada Senin 7 April 2025. Harga emas antam hari ini turun hingga Rp 23.000 dari sebelumnya sempat turun Rp 38.000 per gram.

oleh Septian DenyDiterbitkan 07 April 2025, 11:00 WIB
Pegawai menunjukan emas batangan di Jakarta, Senin (10/10). Di awal pekan ini, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tetap bertahan di Rp 599 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas Antam anjlok pada Senin 7 April 2025. Harga logam mulia antam hari ini turun hingga Rp 23.000 dari sebelumnya sempat turun Rp 38.000 per gram. Penurunan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sehari dan mengakhiri tren kenaikan harga selama beberapa minggu sebelumnya.

Dikutip dari laman Logam Mulia, Senin (7/4/2025), harga emas Antam turun Rp 23.000 menjadi Rp 1.758.000 per gram. Kemarin, harga emas Antam di level Rp 1.781.000 per gram.

Hal yang sama juga terjadi dengan harga emas Antam buyback. Harga emas Antam buyback tergelincir Rp 25.000 menjadi Rp 1.608.000 per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 1.608.000 per gram.

Untuk diketahui, rekor tertinggi sepanjang sejarah harga emas Antam dicetak pada Kamis 3 April 2025 di posisi Rp 1.836.000 per gram. Sedangkan harga buyback juga cetak harga tertinggi di hari yang sama di angka menjadi Rp 1.688.000 per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Anda dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Penyebab pasti penurunan harga emas ini masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor yang mungkin berperan antara lain adalah aksi ambil untung di pasar internasional dan fluktuasi nilai tukar mata uang.

Perlu diingat bahwa harga emas dapat bervariasi tergantung pada penjual dan lokasi, dan PPh 22 juga berlaku untuk penjualan kembali emas batangan dengan nominal lebih dari Rp 10 juta.

• Harga emas 0,5 gram: Rp 929.000.

• ⁠Harga emas 1 gram: Rp 1.758.000.

• ⁠Harga emas 2 gram: Rp 3.456.000.

• ⁠Harga emas 3 gram: Rp 5.159.000.

• ⁠Harga emas 5 gram: Rp 8.565.000.

• ⁠Harga emas 10 gram: Rp 17.075.000.

• ⁠Harga emas 25 gram: Rp 42.562.000.

• ⁠Harga emas 50 gram: Rp 85.045.000.

• ⁠Harga emas 100 gram: Rp 170.012.000.

• ⁠Harga emas 250 gram: Rp 424.765.000.

• ⁠Harga emas 500 gram: Rp 849.320.000.

• ⁠Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 1.698.600.000.

 

 

 

 

 

Nasib Harga Emas di Tengah Kepanikan Global soal Tarif Impor Trump

(Ilustrasi harga emas dunia by Freepik)

Sebelumnya, minggu ini menjadi salah satu pekan paling bergejolak dalam sejarah pasar keuangan global dalam beberapa dekade terakhir, termasuk gejolak harga emas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menciptakan kejutan besar dengan menerapkan paket tarif impor yang sangat luas, memicu kekacauan yang meluas di pasar dan menimbulkan kekhawatiran besar tentang masa depan perdagangan internasional.

Di tengah kejutan tersebut, emas meskipun mencatat penurunan 2,5% tetap menunjukkan kekuatannya sebagai aset pelindung di tengah ketidakpastian.

Dikutip dari Kitco.com, Senin (7/4/2025), sejak awal masa jabatannya, Presiden Donald Trump dikenal dengan pendekatan proteksionis dalam kebijakan perdagangannya. Namun, pengumuman pada hari Rabu (2/4) mengejutkan banyak pihak.

Goncang Perdagangan Global

Dengan satu pengumuman dramatis yang bahkan digambarkan oleh sebagian pedagang sebagai “poster raksasa" Trump memberlakukan salah satu kebijakan tarif terbesar yang pernah diterapkan oleh AS.

Alih-alih mengambil pendekatan yang terarah dan terbatas seperti yang diharapkan oleh banyak analis dan pelaku pasar, Trump justru mengguncang pondasi perdagangan global.

Ini bukan sekadar ketidakpastian ekonomi ini adalah gangguan sistemik yang menciptakan apa yang digambarkan sebagai “kehancuran ekonomi yang pasti.”

Kebijakan tarif ini langsung berdampak pada rantai pasokan global, memicu gangguan terbesar sejak krisis pandemi COVID-19. Perusahaan multinasional yang sangat bergantung pada jaringan produksi global kini dipaksa untuk menilai ulang strategi mereka, sementara pasar keuangan global mengalami tekanan luar biasa.

 

Pasar Saham Tertekan, Emas Tetap Jadi Penjaga Nilai

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Kondisi pasar saham minggu ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam dari investor global. Indeks utama seperti S&P 500 anjlok 9% hanya dalam satu minggu—penurunan paling tajam sejak Mei 2020.

Sentimen pasar yang sebelumnya rapuh kini benar-benar terguncang oleh kekhawatiran akan perlambatan ekonomi, meningkatnya inflasi, dan risiko resesi global.

Namun, di tengah semua tekanan ini, emas menunjukkan kekuatan relatifnya. Memang benar, harga emas turun 2,5% dalam sepekan, mengakhiri tren kenaikan selama lima minggu berturut-turut.

Jika dibandingkan dengan penurunan tajam di pasar saham, penurunan emas tergolong kecil. Harga spot emas masih bertahan di atas level psikologis penting, USD3.000 per ons.

Para analis memperingatkan bahwa harga masih memiliki ruang untuk turun, dengan potensi menguji level dukungan di sekitar USD2.800 per ons. Namun demikian, banyak yang melihat koreksi ini sebagai peluang jangka panjang bagi investor yang ingin masuk ke pasar logam mulia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya