Review Film Komang: Aurora Ribero, Kiesha Alvaro dan Chemistry Mereka Adalah Bagian Terbaik

Komang salah satu dari lima film Indonesia yang berkompetisi di libur Lebaran 2025. Dalam film karya sineas Naya Anindita ini, Kiesha Alvaro dan Aurora Ribero.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 06 April 2025, 19:00 WIB
Komang salah satu dari lima film Indonesia yang berkompetisi di libur Lebaran 2025. Dalam film karya sineas Naya Anindita ini, Kiesha Alvaro dan Aurora Ribero. (Foto: Dok. Starvision Plus)

Liputan6.com, Jakarta Komang salah satu dari lima film Indonesia yang berkompetisi di libur Lebaran 2025. Dalam karya sineas Naya Anindita ini, Kiesha Alvaro sebagai Raim Laode standup comedian sekaligus musisi ternama Tanah Air.

Judul film ini merujuk pada Komang Ade Widiandari, yang dicintai lalu dinikahi Raim Laode. Dalam film, ia diperankan Aurora Ribero. Berkompetisi dengan Norma: Antara Mertua dan Menantu, Qodrat 2, Pabrik Gula, serta Jumbo, performa Komang tak bisa dibilang buruk.

Pada hari pertama penayangan, 31 Maret 2025, film produksi Starvision Plus ini meraih 60 ribuan penonton. Sabtu (5/4/2025), film Komang mencapai 500 ribuan. Peluang tembus 1 juta penonton kini tak mustahil.

Apa yang membuat Komang disambut hangat melampaui Norma: Antara Mertua dan Menantu yang semula dijagokan? Berikut review film Komang, moga bisa jadi bekal untuk Anda yang berencana menonton dalam waktu dekat.

 


Komang, Ode, dan Arya

Salah satu adegan dalam film Komang. (Foto: Dok. Starvision Plus)

Komang memulai kisahnya dari Baubau, Sulawesi Tenggara. Di sana, Komang (Aurora Ribero) yang tinggal bersama Meme atau ibu (Ayu Laksmi) dan kakaknya, Kadek (Rhesa Putri). Suatu hari, ia diajak Arya (Adzando Davema) menonton pertunjukan standup comedy.

Di sana, kali pertama Komang melihat aksi Ode (Kiesha Alvaro) dan sangat terhibur. Berganti hari, keduanya bertemu dan berkenalan lebih dalam. Tak sadar, Arya sebenarnya mencintai Komang dalam hati saja. Meme setuju Arya mendekati Komang.

Mengingat, keduanya seiman dan tampak cocok. Ode lantas terbang ke Jakarta mengejar mimpi sebagai standaup comedian sekaligus musisi. Di tengah jalan, ayah Ode (Mathias Muchus) meninggal dunia. Ibunya (Cut Mini) sangat terpukul.

Beda keyakinan Ode dan Komang terhalang restu, hubungan jarak jauh, cemburu, dan salah paham. Dua tinta memang tak bisa menulis satu takdir di lembar yang sama. Pilihannya, menyerah atau memperjuangkan.

 


Pindah Keyakinan Dalam Sinema

Salah satu adegan dalam film Komang. (Foto: Dok. Starvision Plus)

Semula, yang paling saya khawatirkan dari Komang adalah klise adegan pindah keyakinan atas nama cinta atau faktor lainnya. Maklum pada 2008, saya pernah disuguhi adegan seseorang ke sana kemari membawa kitab suci agama tertentu lalu ujungnya pindah keyakinan.

Lanjut Baca:

Adegan ini disajikan vulgar di layar lebar. Kitab suci yang dibawa pun tampak baru kayak habis beli dari toko. Sejak itu, tiap kali ada film dengan tema seperti ini saya pikir-pikir buat menonton. Bukan tidak kuat iman atau takut tersinggung. Seorang narasumber yang saya interviu via telepon pada 2012 pernah memberi tahu, agama itu seperti slip gaji. Yang tahu cukup yang bersangkutan dengan perusahaan. Saking privat. Jadi tak perlu diurusi dan dicampuri orang lain. Yang saya syukuri, Komang mengeksekusi isu sensitif ini anggunly. Fokusnya murni pada roman dua insan. Dialognya tidak preachy, menitikberatkan pada interaksi dua tokoh utama.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya