Kemeriahan Tradisi Lebaran dengan Iringan Musik di Negara-Negara Timur Tengah

Tradisi Lebaran di Timur Tengah kaya akan musik dan seni, menciptakan suasana meriah yang beragam di setiap negara.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 30 Maret 2025, 18:00 WIB
ciri ciri musik tradisional ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta Lebaran atau Idul Fitri adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah. Setiap negara memiliki cara unik untuk merayakannya, dan salah satu elemen yang paling menonjol adalah musik.

Di berbagai negara, musik menjadi pengiring yang tak terpisahkan dari perayaan ini. Lantas, seperti apa tradisi musik yang menghiasi Lebaran di Timur Tengah? Apakah masihi banyak negara di Timur Tengah dan Jazirah Arab yang memutar musik selama Lebaran? Mari kita telusuri lebih dalam.

Di Arab Saudi, lagu-lagu khas seperti 'Ya Leilet El Eid' rupanya terkadang tetap diputar di berbagai acara. Musik ini tidak hanya menjadi latar belakang, namun juga menambah kehangatan suasana saat sejumlah keluarga berkumpul.

Selain itu, di beberapa tempat, pertunjukan tari dan konser rupanya juga masih menjadi bagian dari perayaan, menjadikan suasana Idul Fitri di negara yang menaungi Tanah Suci umat Islam ini makin semarak.

Sementara itu di Uni Emirat Arab, terutama di Dubai, acara musik dan kontes diadakan di taman bermain dan wahana air, hingga terkadang menarik banyak pengunjung untuk merayakan bersama.

Selain musik, seni pertunjukan juga memiliki peran penting dalam memeriahkan Lebaran. Kembali ke Arab Saudi, rupanya berbagai pertunjukan seni seperti teater, pembacaan puisi, dan parade musik dan tari, masih digelar untuk meramaikan suasana.

Ini menunjukkan betapa pentingnya seni dalam merayakan kemenangan setelah bulan Ramadan, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka.


Silaturahmi dan Kunjungan Keluarga

ucapan lebaran yang lucu ©Ilustrasi dibuat AI

Silaturahmi tentunya adalah tradisi yang sangat dihargai di seluruh negara Timur Tengah. Setelah menunaikan salat Id, keluarga di Arab Saudi biasanya menerima tamu dari kerabat dan tetangga. Ini adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan.

Di Mesir, fokus silaturahmi lebih kepada keluarga inti, di mana mereka saling mengunjungi dan mengucapkan 'Kul Aam wa Antum Bekhair', yang berarti 'Semoga Anda selalu sehat dan diberkati setiap tahun'.

Tradisi saling mengunjungi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan ungkapan kasih sayang dan perhatian antar anggota keluarga dan tetangga. Momen ini menjadi kesempatan untuk berbagi cerita, pengalaman, dan tentu saja, makanan khas Lebaran.

Lanjut Baca:

Makanan juga tetap menjadi bagian penting dari setiap perayaan, dan Lebaran di Timur Tengah tidak terkecuali. Setiap negara memiliki hidangan khas yang selalu dinantikan. Di Arab Saudi, hidangan seperti roti, makanan berbahan keju, debyaza (kacang-kacangan dari aprikot dan kacang lainnya), serta nady (daging domba atau kambing) menjadi sajian utama. Sedangkan di Mesir, Ranja, yang merupakan ikan asin dan acar, menjadi hidangan favorit. Selain itu, pertukaran makanan antara tetangga juga merupakan tradisi yang umum dilakukan. Ini menunjukkan rasa kebersamaan dan saling berbagi yang menjadi esensi dari perayaan Lebaran. Makanan bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol kasih sayang dan kehangatan dalam komunitas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya