Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak kenal Ramadhan Sananta? Penyerang muda bertalenta asal Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau ini telah menjelma menjadi salah satu bintang baru di kancah sepak bola Indonesia.
Lahir pada 27 November 2002, Sananta telah membuktikan bahwa mimpi bisa diraih dengan kerja keras, bahkan dari daerah yang minim tradisi sepak bola sekalipun. Perjalanan kariernya yang inspiratif, dari PPLP Kepri hingga membela Timnas Indonesia, menjadi bukti nyata dedikasinya.
Advertisement
Awalnya, Ramadhan Sananta bahkan tak bercita-cita menjadi pesepakbola profesional. Ia justru ingin menjadi polisi! Namun, bakatnya yang luar biasa di lapangan hijau mengantarkannya pada karier yang gemilang.
Setelah mengasah kemampuan di PPLP Kepulauan Riau pada 2020, ia memulai perjalanan profesionalnya di Persikabo 1973 pada tahun 2021. Sejak saat itu, namanya terus melejit, menunjukkan peningkatan yang signifikan di setiap klub yang dibelanya.
Kini, Sananta menjadi andalan di lini depan Persis Solo dan Timnas Indonesia. Postur tubuhnya yang tinggi dan naluri mencetak gol yang tajam menjadi senjata utamanya. Prestasi gemilangnya di berbagai ajang, termasuk gelar top skorer Piala Presiden 2024, semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu penyerang terbaik Indonesia saat ini. Kisah suksesnya ini menginspirasi banyak anak muda Indonesia untuk berani mengejar mimpi, tak peduli seberapa sulit tantangannya.
Dari Kepri Hingga Timnas: Perjalanan Karier Ramadhan Sananta
Perjalanan karier Ramadhan Sananta terbilang unik. Ia memulai karier profesionalnya di Persikabo 1973 pada tahun 2021, melakukan debut liga pada 3 Februari 2022. Setelah itu, ia bergabung dengan PSM Makassar di musim 2022/2023 dan langsung menjadi andalan. Di PSM, Sananta mencetak 11 gol dan berkontribusi besar dalam keberhasilan tim meraih gelar juara Liga 1. Debutnya bersama PSM terjadi pada 15 Agustus 2022, menjadi momen penting dalam kariernya.
Musim 2023/2024, Sananta bergabung dengan Persis Solo dengan kontrak dua tahun. Meskipun performanya sedikit menurun dengan hanya mencetak empat gol dalam 22 pertandingan Liga 1, kontribusinya tetap penting bagi tim. Namun, penampilannya di Timnas Indonesia tetap konsisten dan gemilang.