Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini tengah viral di media sosial sepasang orang tua di Bandung, Jawa Barat yang mencari putrinya, seorang atlet taekwondo yang saat itu berusia 19 tahun lantaran hilang secara misterius. Meski sudah melapor polisi, putri yang bernama Fidya Kalaminda tetap tak ditemukan sejak 2015 silam.
Nah, belakangan sosok putri yang dicari tersebut muncul di media sosial dan menjelaskan peristiwanya. Ternyata dirinya tidak hilang, melainkan kabur dari rumah karena tertekan dengan orang tuanya yang diduga melakukan kekerasan dan menjadikannya sebagai sumber penghasil uang.
Advertisement
Saat ini, Fidya sendiri sudah menikah dan memiliki seorang anak.
Unggahan tersebut pun ramai diperbincangkan netizen. Banyak yang tadinya mengkritisi pihak berwajib yang tak bisa menemukan anaknya, berbalik memahami situasi yang dialami Fidya yang tertekan karena berseteru dengan orang tuanya.
Melihat konflik tersebut, salah satu detektif swasta terkenal di Indonesia, Detektif Jubun yang kerap menyelidiki kasus orang hilang membagikan pendapatnya.
Ia pun mencoba melihat fenomena secara garis besarnya yang didapatnya selama menyelidiki kasus orang hilang, atau anak kabur dari rumah.
"Sebenarnya ini bukan hal baru. Saya sangat sering juga mendapatkan pesan singkat berantai mengenai orang hilang (dinyatakan hilang) dengan narasi seolah-olah dikhawatirkan menjadi korban kejahatan, seringkali disertai dengan nomor telepon tercantum agar masyarakat bisa menghubungi apabila menemukan orang tersebut," kata Jubun saat dihubungi langsung.
Masalah Keluarga
Ia menyebutkan, masalah anak kabur seperti kasus Fidya seringkali adalah masalah keluarga, perselisihan dalam keluarga, biasanya masalah rumah tangga. Ketika terjadi perselisihan lantas pergi meninggalkan rumah.
"Nah keluarga atau pihak yang ditinggalkan juga tidak bisa menerima diperlakukan demikian. Mungkin juga sebagai bentuk pelampiasan atas kekesalan yang ada, atau mungkin juga memang ada rasa khawatir atas keselamatan orang yang pergi tersebut, maka pihak keluarga membuat laporan polisi dan menyebarkan pesan berantai tersebut melalui pesan singkat bahkan melalui media sosial."
Mencari Anak Kabur
Jubun sendiri mengaku sering mendapatkan orderan dari klien untuk mencari anak yang kabur dari rumah, biasanya remaja karena mungkin sedang labil pada usia muda. Tidak jarang juga suami atau pasangan yang kabur dari rumah karena masalah rumah tangga.