Ribuan Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir, Warga Dievakuasi

Ribuan rumah di Kabupaten Bandung terendam banjir memaksa warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

oleh Dikdik RipaldiDiperbarui 17 Maret 2025, 07:01 WIB
Ilustrasi evakuasi warga terdampak banjir. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Bandung - Banjir menggenang sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Akibatnya, ribuan rumah terendam dan warga terdampak dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama mengatakan pihaknya telah menyerahkan bantuan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung itu, kata Uka, berupa perahu pinjam pakai dan kelengkapan peralatan evakuasi yang diberikan kepada 16 kecamatan rawan banjir.

"Di mana saat ini, cuaca masih terus hujan. Apalagi berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG bahwa cuaca esktrem diperkirakan sampai bulan Mei 2025 masih ada turun hujan. Untuk itu, maka Pak Bupati Bandung menyerahkan bantuan perahu kepada 16 kecamatan," katanya dalam keterangan tertulis pada Minggu (16/3/2025).

Ada pun 16 kecamatan penerima bantuan tersebut di antaranya Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Majalaya, Solokanjeruk, Ciparay, Cangkuang, Banjaran, Pameungpeuk, Margahayu, Katapang, dan kecamatan lainnya.

"Dari masing-masing kecamatan yang menerima bantuan pinjam pakai perahu itu antara satu sampai tiga unit/kecamatan berdasarkan pada kondisi kerawanan dan luasan genangan banjir di setiap kecamatan. Juga berdasarkan pada jumlah desa atau kelurahan yang sering terendam banjir," tandasnya.

Uka menjelaskan, perahu tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu mempercepat evakuasi warga terdampak banjir.

"Dengan adanya pendistribusian perahu ini, supaya dalam penanganan atau evakuasi warga yang terdampak banjir lebih cepat. Selain itu, BPBD supaya tidak terlalu repot saat melakukan penanganan korban banjir, jika perahu sudah ada di lokasi kejadian. Jadi BPBD tidak harus bawa perahu dari Kantor BPBD karena sudah lebih awal didistribusikan ke lokasi rawan banjir," ungkapnya.

Latih Operator Perahu Gerak Cepat

Ilustrasi banjir. (Philippine Coast Guard via AP)

Selain menyerahkan bantuan perahu, BPBD juga akan melatih operator agar gerak cepat dalam mengoperasikan perahu saat membantu mengevakuasi warga terdampak banjir.

"Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Intinya, operator perahu harus aman disaat membantu evakuasi korban banjir. Selain warga terdampak banjir juga harus selamat dan sehat dari ancaman banjir tersebut," ujarnya.

Dengan demikian, Uka mengatakan pihaknya penanganan evakuasi diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa perlu menunggu kedatangan pihak BPBD.

"Jadi tidak harus menunggu BPBD. Tapi kendali penanganan banjir tetap BPBD lebih fokus, untuk mengutamakan keselamatan jiwa manusia," katanya.

Nantinya, perahu yang telah digunakan dapat dipinjamkan ke kecamatan lainnya yang lebih membutuhkan penanganan banjir.

"Terutama bagi kecamatan yang belum mendapatkan bantuan perahu pinjam pakai tersebut. Ini dalam rangka percepatan penanganan bencana banjir," katanya.

 

Penulis: Arby Salim

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya