Presiden: GAM Tergolong Kejahatan Besar

Presiden Megawati Sukarnoputri menyoroti konflik antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka dalam laporan tahunan yang dibacakan di hadapan peserta ST MPR. Pidato Presiden disambut tepuk tangan peserta.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Agustus 2003, 00:19 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Megawati Sukarnoputri membacakan >progress report dalam Sidang Tahunan MPR di Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/8). Megawati membagi laporannya pada tiga fokus utama, yaitu bidang politik dan keamanan, ekonomi-keuangan, serta kesejahteraan rakyat. Pembacaan laporan Presiden kerap disambut tepuk tangan para peserta sidang.

Khusus bidang polkam, Presiden menyatakan aksi Gerakan Aceh Merdeka tergolong kejahatan besar sehingga tak perlu berdialog lagi. Megawati juga menyoroti soal pembelian pesawat Sukhoi yang menuai kontroversi. Menurut Presiden, pembelian Sukhoi perlu untuk keseimbangkan hubungan luar negeri. Karena pesawat itu dibeli dengan imbal dagang maka pemerintah melibatkan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M. Soewandi. Sementara Menteri Keuangan Boediono ditugasi mengatur anggaran pembelian alat-alat tempur dari Rusia itu dengan DPR.

Dalam pidatonya, Presiden berjanji setelah krisis ekonomi menghantam Indonesia, enam tahun silam, pemerintah akan lebih hati-hati menerima nasihat pihak asing. "Kita telah belajar dari krisis ekonomi 1997. Yang terpenting adalah jangan percaya nasihat [pihak] asing," kata Megawati. Setelah Presiden, ketua DPR, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung juga membacakan laporan tahunan di hadapan sidang.(ZAQ/Alam Burhanan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya