Liputan6.com, Jakarta PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) saat ini tengah menyelesaikan tahapan seismik dan bersiap memasuki fase pemboran pada akhir semester II tahun 2025.
"InsyaAllah kita mulai persiapan pemboran untuk salah satu dari tiga seismik pada akhir semester II tahun 2025," kata Exploration Manager PetroChina Jabung Hendra Niko Saputra, dalam media meet up, di Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Advertisement
Adapun Hendra menyampaikan bahwa, kegiatan seismik di Blok Jabung dimulai sejak akhir kuartal IV tahun 2023. Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan pada awal September 2023, mencakup tiga survei seismik di kawasan tersebut dua survei 3D dan satu survei 2D.
Tahapan pekerjaan lapangan dimulai pada 8 Desember 2023 dengan serangkaian uji parameter serta penempatan titik tembak.
"Jadi, pada akhir Desember 2023 kita mulai melakukan kegiatan lapangan. Tahapan dari kegiatan tersebut adalah 8 Desember 2023 kita lakukan pekerjaan lapangan, berbeda dengan tes parameter dan penempatan titik tembak," jelasnya.
Setelah hampir satu tahun, PetroChina berhasil menyelesaikan sekitar 18.000 titik tembak pada Oktober 2024. Data yang telah dikumpulkan saat ini tengah dalam tahap pemrosesan, yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir April 2025. Dari tiga survei yang dilakukan, dua di antaranya telah rampung diproses dan siap untuk dianalisis lebih lanjut.
"Alhamdulillah kita bisa selesaikan sekitar 18.000 titik tembak pada Oktober 2024, langsung kita lanjutin dengan prosesing data, dan ini ongoing hingga akhir April 2025, tetapi dua dari tiga survei teratas sudah kami selesaikan untuk prosesing, sehingga bisa kita lakukan interpretasi," ujarnya.
Tujuan Eksplorasi
Hendra mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendorong eksplorasi yang lebih lanjut di wilayah Jabung, khususnya bagian timur yang sebelumnya kurang tereksplorasi.
"Mengapa kami lakukan kegiatan sesimik ini? Alasannya, saya pikir sudah jelas bahwa kami ingin memicu terjadinya kegiatan eksplorasi yang lebih advance, lebih lanjut di area Jabung, terutama Jabung bagian Timur yang kami anggap kurang di eksplorasi pada masa awal kontrak awal dari pengelolaan blok Jabung," jelasnya.
Maka dengan dilakukannya eksplorasi, perusahaan pun berharap dapat mengidentifikasi potensi cadangan migas baru dan meningkatkan produksi di masa mendatang.
Capaian dan Rencana Selanjutnya
Selama kurang lebih 10 bulan kegiatan lapangan, PetroChina Jabung telah mencatat pencapaian penting, termasuk pengumpulan 1,7 juta data seismik tanpa insiden lost time injury (LTI).
"Achievement, mungkin ini harus dicatat, alhamdulillah selama kurang lebih 10 bulan kegiatan labangan, kami mengumpulkan 1,7 juta 7 hours lost time injury," ujarnya.
Dari sisi teknis, survei ini telah memberikan gambaran lebih jelas mengenai struktur bawah permukaan dan target lokasi pemboran berikutnya.
Saat ini, perusahaan masih dalam tahap evaluasi untuk menentukan besaran cadangan migas yang ditemukan. Dengan hasil yang positif, PetroChina berencana untuk memulai persiapan pemboran eksplorasi di tahun 2025.
"Plan selanjutnya seperti disampaikan sebelumnya, insyaallah dengan doanya dari dekatkan semua, kita bisa mulai lakukan persiapan pemboran di tahun 2025," pungkasnya.