Proses Produksi Mac Kembali Dilakukan di Amerika Serikat

Seiring dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi, jenis desktop PC dan laptop kini tak lagi menjadi primadona di pasar perangkat. Apple memang lebih fokus mengembangkan iPhone dan iPad.

oleh Adhi MaulanaDiterbitkan 24 Mei 2013, 08:44 WIB
Macintosh atau lebih populer dengan sebutan Mac adalah jenis personal computer (PC) berbasis PowerPC yang diproduksi oleh Apple sejak tahun 1984 silam. Jajaran produk Apple yang masuk ke dalam varian Mac adalah iMac, MacBook Pro, dan MacBook Air.

Seiring dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi, jenis desktop PC dan laptop kini tak lagi menjadi primadona di pasar perangkat. Posisinya diambil alih oleh jajaran perangkat mobile. Apple pun belakangan memang lebih fokus mengembangkan dua perangkat mobile unggulan mereka, yaitu iPhone dan iPad. 

Akan tetapi, itu bukan berarti perusahaan asal Cupertino tersebut melupakan lini bisnis Mac. Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Apple akan segera mengembalikan proses produksi jajaran produk Mac ke Amerika Serikat. Sebelumnya, seperti kebanyakan perangkat besutan Apple, rangkaian produk Mac diproduksi di China.

Dilansir laman All Things D, Jumat (24/5/2013), melalui CEO mereka, Tim Cook, perusahaan raksasa itu mengonfirmasi bahwa jajaran perangkat Mac terbaru akan diproduksi di Texas. Selain memindahkan pabrik yang memproduksi perangkat Mac ke Amerika, Apple juga mengabarkan bahwa sebagian besar komponen dari berbagai produk Mac akan dibuat di beberapa wilayah AS seperti Illinois, Florida, Kentucky, dan Michigan.

Untuk melancarkan proses pemindahan produksi ke wilayah AS ini Apple dikabarkan telah mempersiapkan dana sebesar USD 100 juta. 

Namun, pemindahan pabrik ini bukan berarti Apple memutuskan kemitraan mereka dengan raksasa manufaktur asal China, Foxconn, yang selama ini dipercaya memproduksi berbagai jenis produk Apple. Sebab, pabrik-pabrik di wilayah AS yang ditunjuk untuk memproduksi lini produk Mac tersebut ternyata masih merupakan fasilitas milik Foxconn. (dhi/gal/*)
 
 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya