Denmark Janjikan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp930 Miliar ke Ukraina

Janji pemberian bantuan disampaikan Denmark dalam peringatan tiga tahun perang Rusia Vs Ukraina.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 25 Februari 2025, 14:19 WIB
Seorang tentara Ukraina berdiri di atas bendera Rusia di Izium, wilayah Kharkiv, Ukraina, 13 September 2022. Pasukan Rusia tampak meninggalkan Kota Izium dan Svatove di Luhansk usai pasukan Ukraina memulai serangan baru ke arah timur melalui Kharkiv. (AP Photo/Kostiantyn Liberov)

Liputan6.com, Kopenhagen - Denmark menjanjikan bantuan sebesar USD 57 juta atau sekitar Rp930 miliar untuk upaya kemanusiaan dan rekonstruksi di Ukraina.

Hal ini disampaikan oleh pihak kementerian luar negeri Denmark, pada Minggu (23/2/2025).

Pengumuman tersebut disampaikan pada malam peringatan tiga tahun invasi Rusia pada tahun 2022.

"Tiga tahun setelah invasi skala penuh Rusia, Ukraina masih menghadapi rekonstruksi yang sangat besar dengan kerusakan infrastruktur dan kapasitas produksi yang signifikan," kata pernyataan tersebut, dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (25/2).

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa situasi kemanusiaan masih sangat serius.

Mengutip perkiraan PBB bahwa hampir 13 juta orang di Ukraina akan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tahun 2025.

"Denmark sebelumnya mengatakan akan mendukung Ukraina selama diperlukan," kata Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen.

Sumbangan tersebut menjadikan total bantuan kemanusiaan untuk Ukraina dari Denmark sejak invasi Rusia menjadi lebih dari USD 140 juta, atau sekitar Rp2,3 triliun rupiah, katanya.

 

Paket Bantuan

Orang-orang mengantre di depan supermarket sementara asap mengepul di atas kota Vasylkiv di luar Kiev (27/2/2022). Rudal Rusia telah menghantam pipa gas dan kilang minyak di kawasan Vasylkiv. (AFP/Dimitar Dilkof)

Bantuan militer Denmark untuk Ukraina telah mencapai sekitar USD 7,5 miliar pada periode yang sama.

Paket bantuan tersebut akan dibagi, dengan separuhnya didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan dan diberikan untuk "bantuan mendasar seperti makanan, obat-obatan, air, dan tempat tinggal bagi warga Ukraina di daerah-daerah yang paling terkena dampak."

Separuhnya lagi akan digunakan untuk upaya rekonstruksi.

Lokke, bersama dengan Perdana Menteri Mette Frederiksen, minggu ini menekankan bahwa Eropa perlu mempersenjatai diri secara besar-besaran, dengan alasan meningkatnya ancaman dari Rusia.

Kopenhagen juga minggu ini mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan belanja pertahanan sebesar USD 4,4 miliar, sekitar Rp71,7 triliun, selama dua tahun ke depan.

INFOGRAFIS JOURNAL_Konflik Ukraina dan Rusia Ancam Krisis Pangan di Indonesia? (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya