Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menetapkan Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru menggantikan Agus Martowardojo.
Karier Chatib di pemerintah diketahui sudah dimulai cukup lama. Pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965 ini pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan (2006-2010), kemudian anggota Komite Penanaman Modal Bidang Ekonomi di BKPM (2007-2008).
Selain kedua jabatan itu, Chatib yang memulai karier sebagai peneliti di Lembaga Penyelidikan dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM0UI) ini juga pernah menjadi anggota Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008), dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Chatib juga sempat menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN).
Selain di pemerintahan, Chatib juga tercatat menjadi Pendiri CReco Research Institute dan pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik antara lain PT Astra International Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Astra Otoparts Tbk, dan PT Indika Energy Tbk.
Dari 2010-2012, Chatib menjadi Direktur Non Eksekutif Independen Axiata Group Bhd. Ia juga anggota Regional Advisory Board Toyota Motor Asia Pasifik. Hingga kini dia juga masih mengajar di FE UI.
Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, Chatib Basri melaporkan harta kekayaannya hingga 18 September 2012 mencapai Rp 11.544.695.517 dan US$ 365.506.
Kekayaan terbesar Menkeu baru ini berasal dari simpanan dan bentuk giro dan setara kas yang nilainya mencapai Rp 4,34 miliar dan US$ 343.906.
Namun dengan adanya utang yang dimiliki masing-masing berupa pinjaman uang sebesar Rp 916.141.778 dan utang kartu kredit Rp 249.295.514, total kekayaan bersih yang dimiliki Chatib Basri mencapai Rp 10.379.258.225 dan US$ 365.505.
Berikut adalah daftar lengkap harta kekayaan Chatib Basri seperti dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala menjabat sebagai kepala BKPM:
A. Harta Tidak bergerak : Rp 2.292.731.638
Tanah di Melbourne yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2006 dengan NJOP Rp 2.292.731.638
B. Harta Bergerak : Rp 1.265.000.000
1. Mobil merek Mercedes Benz tahun pembuatan 2011 senilai Rp 800 juta
1. Mobil merek Toyota Alphard tahun pembuatan 2007 dengan nilai Rp 465 juta
C. Harta Bergerak Lainnya : Rp 2.026.125.000
1. Logam mulia perolehan 2009-2012 senilai Rp 1,846.125.000
2. benda bergerak lainnya perolehan 2006-2012 senilai Rp 180 juta
D. Surat Berharga : Rp 1.620.101.718
Giro dan setara kas lainnya : Rp 4.340.737.161 dan US$ 343.906
1. Berasal dari hasil sendiri Rp 4.340.574.511 dan US$ 343.906
2. Hibah senilai Rp 162.650
E. Piutang : Rp 21.600
F. Utang : Rp 1.165.437.292
Karier Chatib di pemerintah diketahui sudah dimulai cukup lama. Pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965 ini pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan (2006-2010), kemudian anggota Komite Penanaman Modal Bidang Ekonomi di BKPM (2007-2008).
Selain kedua jabatan itu, Chatib yang memulai karier sebagai peneliti di Lembaga Penyelidikan dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM0UI) ini juga pernah menjadi anggota Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008), dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Chatib juga sempat menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN).
Selain di pemerintahan, Chatib juga tercatat menjadi Pendiri CReco Research Institute dan pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik antara lain PT Astra International Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Astra Otoparts Tbk, dan PT Indika Energy Tbk.
Dari 2010-2012, Chatib menjadi Direktur Non Eksekutif Independen Axiata Group Bhd. Ia juga anggota Regional Advisory Board Toyota Motor Asia Pasifik. Hingga kini dia juga masih mengajar di FE UI.
Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, Chatib Basri melaporkan harta kekayaannya hingga 18 September 2012 mencapai Rp 11.544.695.517 dan US$ 365.506.
Kekayaan terbesar Menkeu baru ini berasal dari simpanan dan bentuk giro dan setara kas yang nilainya mencapai Rp 4,34 miliar dan US$ 343.906.
Namun dengan adanya utang yang dimiliki masing-masing berupa pinjaman uang sebesar Rp 916.141.778 dan utang kartu kredit Rp 249.295.514, total kekayaan bersih yang dimiliki Chatib Basri mencapai Rp 10.379.258.225 dan US$ 365.505.
Berikut adalah daftar lengkap harta kekayaan Chatib Basri seperti dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala menjabat sebagai kepala BKPM:
A. Harta Tidak bergerak : Rp 2.292.731.638
Tanah di Melbourne yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2006 dengan NJOP Rp 2.292.731.638
B. Harta Bergerak : Rp 1.265.000.000
1. Mobil merek Mercedes Benz tahun pembuatan 2011 senilai Rp 800 juta
1. Mobil merek Toyota Alphard tahun pembuatan 2007 dengan nilai Rp 465 juta
C. Harta Bergerak Lainnya : Rp 2.026.125.000
1. Logam mulia perolehan 2009-2012 senilai Rp 1,846.125.000
2. benda bergerak lainnya perolehan 2006-2012 senilai Rp 180 juta
D. Surat Berharga : Rp 1.620.101.718
Giro dan setara kas lainnya : Rp 4.340.737.161 dan US$ 343.906
1. Berasal dari hasil sendiri Rp 4.340.574.511 dan US$ 343.906
2. Hibah senilai Rp 162.650
E. Piutang : Rp 21.600
F. Utang : Rp 1.165.437.292