Harga Mahal Revolusi di Old Trafford: Manchester United Dilanda Badai Finansial

Laporan keuangan terbaru Manchester United mengungkap fakta mengejutkan. Klub harus merogoh kocek dalam-dalam hingga 14,5 juta poundsterling sebagai kompensasi untuk mantan pelatih Erik ten Hag, jajaran stafnya, dan mantan direktur olahraga Dan Ashworth.

oleh Rahmat FathurahmanDiterbitkan 21 Februari 2025, 07:00 WIB
Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Laporan keuangan terbaru Manchester United mengungkap fakta mengejutkan. Klub harus merogoh kocek dalam-dalam hingga 14,5 juta poundsterling sebagai kompensasi untuk mantan pelatih Erik ten Hag, jajaran stafnya, dan mantan direktur olahraga Dan Ashworth.

Nasib Ten Hag sebenarnya sudah di ujung tanduk musim lalu. Namun, prestasi gemilangnya membawa tim menjuarai Piala FA sekaligus mengamankan tiket Liga Europa berhasil menyelamatkan posisinya.

Ironisnya, pelatih asal Belanda tersebut akhirnya tetap diberhentikan pada Oktober lalu. Tak lama berselang, Ashworth pun bernasib serupa pada Desember, meski baru bergabung dalam program restrukturisasi klub di musim panas.

Detail mengejutkan kini terungkap dalam laporan fiskal kuartal kedua yang diserahkan ke Bursa Efek New York beberapa hari lalu. Dalam dokumen tersebut, biaya kompensasi fantastis ini dikategorikan sebagai 'Pengeluaran Luar Biasa'.

"Pengeluaran luar biasa kuartal ini mencapai 14,5 juta poundsterling yang mencakup kompensasi untuk kepergian mantan manajer tim utama pria Erik ten Hag serta berbagai anggota staf sepak bola," demikian pernyataan resmi klub. 


Manchester United Kehilangan Pendapatan

Sir Jim Ratcliffe (tengah) sendiri merupakan miliarder Inggris yang lahir di Failsworth, Manchester. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya memang merupakan penggemear MU. (AFP/Valery Hache)

Di sisi lain, pukulan telak menghantam pendapatan Manchester United dengan penurunan drastis 42,1 persen dari sektor penyiaran, dampak langsung dari absennya klub di kompetisi prestisius Liga Champions. Situasi ini berpotensi berlanjut musim depan, kecuali Setan Merah mampu menjuarai Liga Europa 2024/2025.

Menanggapi situasi tersebut, CEO Manchester United Omar Berrada, memberikan pernyataan optimistis. "Kami menyadari sepenuhnya tantangan untuk meningkatkan performa tim putra. Seluruh elemen klub bekerja keras secara kolektif untuk mencapai target tersebut. Di sisi positif, kami telah melaju ke fase gugur Liga Europa dan babak kelima Piala FA," katanya.

Berrada juga menyoroti prestasi membanggakan dari sektor tim putri yang kini menduduki peringkat kedua liga dan berhasil menembus perempat final Piala FA.

Selain kinerja di lapangan, fokus klub juga teralihkan ke infrastruktur. Proyek renovasi Kompleks Pelatihan Carrington terus berjalan sesuai jadwal. Yang lebih menarik, rencana pengembangan Old Trafford kini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Inggris.

Lanjut Baca:

p>"Program regenerasi ini merupakan hasil kerja keras Gugus Tugas Regenerasi Old Trafford. Kami optimis proyek ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kawasan sekitar stadion di masa mendatang," tambah Berrada.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya