5 Skrining Kanker yang Masuk Program Cek Kesehatan Gratis, Apa Saja? Ini Daftarnya

Bukan hanya pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, ada juga skrining kanker untuk mendeteksi dini kanker dalam program Cek Kesehatan Gratis.

oleh Benedikta DesideriaDiperbarui 20 Februari 2025, 14:11 WIB
Cek Kesehatan Gratis (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan RI mengatakan agar masyarakat bisa memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang berlaku di hari ulang tahun atau 30 hari sejak ulang tahun. Bukan hanya pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, ada juga skrining kanker untuk mendeteksi dini kanker.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan skrining kanker yang masuk dalam program cek kesehatan gratis adalah jenis kanker yang banyak kasusnya.

"Dalam program cek kesehatan gratis kami sudah memasukkan skrining 4 jenis kanker pada dewasa dan 1 jenis kanker pada anak yakni pemeriksaan mata untuk mengenali kanker retinoblastoma yang cukup tinggi di Indonesia," kata Nadia dalam acara bersama Yayasan Kanker Indonesia dan AstraZeneca pada Rabu, 19 Februari 2025.

Berikut daftar lengkap  skrining kanker yang masuk dalam program Cek Kesehatan Gratis:

  1. Skrining Kanker Leher Rahim (perempuan)
  2. Skrining Kanker Payudara (perempuan)
  3. Skrining Kanker Paru (laki-laki)
  4. Skrining Kolorektal (laki-laki)
  5. Skrining Kanker Retinoblastoma (anak)

Nadia juga mengungkapkan pemeriksaan lain melalui pemeriksaan anemia pada anak-anak yang kemudian diteruskan dengan pemeriksaan untuk menskrining talasemia.

"Kalau kita mendapatkan gambaran dari pemeriksaan anemia pada anak-anak, kita juga sudah bisa melakukan deteksi dini untuk penyakit kanker yang terjadi pada anak-anak," kata Nadia. 

Tambahan Alat Kesehatan untuk Deteksi Dini Kanker

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi perempuan saat melakukan cek kesehatan gratis (CKg) adalah belum mendapatkan izin suami.

Nadia mengungkapkan pemerintah secara bertahap mulai menyediakan sarana dan prasarana deteksi kanker di puskesmas hingga di tingkat kabupaten/kota seperti fasilitas HPV DNA untuk deteksi kanker leher rahim, USG untuk kanker payudara, fast scan untuk kanker kolorektal, dan x-ray maupun spirometri untuk kanker paru-paru.

"Di beberapa kabupaten/kota mamografi juga sudah disediakan bukan hanya beberapa saja fast scan juga secara bertahap sudah kita berikan akses sarana prasarana," imbuhnya.

Cek Kesehatan Gratis Berlaku untuk Bayi Berumur 2 Hari hingga Lansia

Cek Pemeriksaan Kesehatan Gratis atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Bayi dan Anak. (Dok Kemenkes)

Nadia mengatakan program Cek Kesehatan Gratis berlaku mulai dari usia bayi dua hari hingga lansia. Caranya pun mudah dengan mendatangi puskesmas terdekat.

"Bisa diakses di puskesmas yang dekat sekali dari rumah, memang masih antre ya tapi program ini sangat bermanfaat salah satunya deteksi dini kanker," kata Nadia.

 

Harapan: Bisa Mendeteksi Dini Kanker

Deteksi dini kanker termasuk kanker payudara (Foto dok : Freepik/freepik).

Lewat skrining kanker masuk dalam program Cek Kesehatan Gratis maka bisa ditemukan kanker di stadium sedini mungkin. Jika kanker ditemukan di stadium awal maka angka kesembuhan tinggi. 

Pada data Global Cancer Statistics (Globocan) yang dirilis oleh WHO tahun 2020, di Indonesia terdapat 396.914 kasus kanker baru dengan 234.511 kematian yang disebabkan oleh kanker.

"Angka kematian kita masih tinggi yakni sekitar 55 persen, maka dengan deteksi dini bisa meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker," kata Nadia. 

Infografis Target dan Sasaran Program Cek Kesehatan Gratis Era Prabowo. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya