Mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (17/2/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (17/2/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengangkat tema Indonesia Gelap. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Demo Indonesia Gelap hari ini digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI bersama Koalisi Masyarakat Sipil. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Selain di Jakarta, aksi serupa digelar di sejumlah daerah Indonesia secara serentak. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Saat berunjuk rasa, BEM SI menjelaskan lima tuntutan yang diusung mahasiswa dalam demonstrasi kali ini. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
BEM SI mendesak Presiden Prabowo Subianto mencabut kebijakan efisiensi anggaran. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Para mahasiswa khawatir pemangkasan anggaran itu berdampak terhadap kemajuan perguruan tinggi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
BEM SI juga menuntut pemerintah untuk mengungkap transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Aksi unjuk rasa Indonesia Gelap merupakan bentuk sikap kritis BEM SI mengevaluasi kinerja Kabinet Merah Putih. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Untuk diketahui, demo mahasiswa BEM SI dan Koalisi Masyarakat Sipil di sejumlah daerah lain direncanakan bakal digelar tiga hari mulai hari ini Senin (17/2) hingga Rabu 19 Februari 2025. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyatakan penolakan terhadap kebijakan efisiensi atau pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)