Ramai SPBU Shell Tak Jual BBM Lagi, Manajemen Akhirnya Buka Suara

Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh SPBU yang dikelolanya

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 04 Februari 2025, 18:00 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar mobil di kawasan bisnis Soewarna, Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Kamis (19/4). Shell menambah SPBU di kawasan Bandara Soetta untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar berkualitas.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Shell Indonesia akhirnya buka suara terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Shell.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengungkapkan bahwa keterbatasan stok BBM disebabkan oleh kendala dalam pengadaan dan distribusi.

"Saat ini, kami menghadapi tantangan dalam proses pengadaan serta penyaluran produk BBM ke SPBU Shell," ujar Ingrid kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Untuk mengatasi masalah ini, Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh SPBU yang dikelolanya.

"Kami berupaya mengatasi kendala ini secepat mungkin dengan berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait agar pasokan BBM kembali normal," lanjutnya.

SPBU Shelll Tetap Beroperasi

Meski mengalami kendala stok BBM, Ingrid memastikan bahwa SPBU Shell tetap beroperasi untuk melayani pelanggan dengan produk dan layanan lainnya, seperti Shell Select dan bengkel.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan," pungkasnya.

 

Bahlil: Stok BBM Shell Kosong Akibat Impor yang Tersendat

SPBU Shell Modular komersial pertama di Indonesia, terletak di Jombang, Jawa Timur. (Dok Shell)

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyoroti kekosongan stok BBM di sejumlah SPBU Shell Indonesia. Menurutnya, kondisi ini terjadi akibat keterlambatan proses impor BBM yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Bahlil menjelaskan bahwa Shell Indonesia sebenarnya telah mendapatkan izin impor BBM sejak Januari 2025. Namun, kemungkinan ada kendala teknis yang menyebabkan penyaluran BBM ke SPBU menjadi terhambat.

Ia juga menegaskan bahwa masalah kelangkaan BBM di SPBU Shell merupakan persoalan internal perusahaan, mengingat pemerintah hanya memiliki kendali atas distribusi BBM yang disalurkan oleh PT Pertamina (Persero).

"Pemerintah tidak bisa ikut campur dalam masalah ini karena distribusi BBM swasta bukan dalam kewenangan kami. Kami hanya bertanggung jawab atas distribusi BBM yang dikelola Pertamina," ujarnya.

 

Kapal BBM Terkendala Distribusi

Suasana SPBU Shell yang berada di kawasan bisnis Soewarna, Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Kamis (19/4). Shell menambah SPBU di kawasan Bandara Soetta untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar berkualitas.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bahlil pun menduga bahwa beberapa SPBU swasta mengalami kelangkaan stok karena kapal yang membawa impor BBM masih dalam perjalanan, sehingga pasokan belum dapat diterima tepat waktu.

Dengan adanya kendala ini, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam memilih SPBU yang memiliki ketersediaan BBM guna menghindari gangguan mobilitas akibat kelangkaan pasokan.

 

 

 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya