Hii...Ikan `Monster` Gigi Tajam, Tapi Rasanya Luar Biasa Lezat!

Patagonian toothfish dipancing penuh perjuangan di lautan Antartika. Namun, bukan perkara gampang meyakinkan konsumen untuk mau memakannya.

oleh Elin Yunita KristantiDiterbitkan 18 Mei 2013, 03:39 WIB
Ikan ini mungkin tangkapan yang paling menantang buat nelayan Australia. "Monster" dari laut dalam dari perairan yang diselimuti es di Antartika, lebih dari 4.000 kilometer dari daratan utama.

Proses untuk mendapatkan Patagonian toothfish, nama ikan tersebut, makan waktu seminggu. Kapal yang digunakan untuk menangkapnya bahkan harus siaga hingga lebih dari 70 hari sekali melaut.

Kini, setelah  melawan kapal bajak laut, ketidakpedulian pemerintah, dan masalah logistik di kondisi yang menantang, perusahaan Austral Fisheries yang berbasis di Perth kini punya tantangan baru: meyakinkan konsumen Australia bahwa tangkapan mereka etis dan lezat. Meski bentuknya mengerikan!

Dan ini bukan perkara gampang. Itu menurut direktur eksekutif Austral Fisheries, David Carter. "Seperti meyakinkan konsumen untuk makan panda," kata dia, seperti dimuat News.com.au, 17 Mei 2013.

Perusahaan tersebut mendapat izin untuk menjaring 2.000 ton ikan tiap tahun. Dan sedang berusaha mendapatkan sertifikasi dari Marine Stewardship Council, untuk keberlanjutan spesies tangkapannya.

Hingga saat ini, kebanyakan ikan bergigi tajam itu diekspor ke Amerika Serikat dan Jepang -- di mana ikan itu dihargai tinggi.

"Kami memperlakukannya sebagai komuditas. Namun, ini saatnya membumbuinya dengan kisah kami dan menghubungkan perjuangan yang kami lakukan, demi konsumen," kata dia.

Pekan ini, di festival Noosa International Food and Wine, ikan ini diluncurkan ke pasar Australia dengan merek Glacier 51.

Ngomong-ngomong bagaimana rasanya?

Sejumlah chef terkemuka yang sudah mencobanya ikut meyakinkan konsumen untuk mengonsumsinya, atau setidaknya, cobalah dulu.

Dari penampakannya, daging ikan tersebut berwarna putih,  sepucat lilin, dan memiliki tekstur mentega. Ia juga kaya kandungan minyak yang sehat. Keunggulan lainnya, ia bisa dibekukan dan didistribusikan tanpa merusak kualitasnya.

"Sebelumnya aku tak pernah menggemari ikan beku," kata chef Neil Perry. "Tapi, karena kandungan minyaknya membeku dengan baik, ikan ini memiliki rasa dan tekstur luar biasa!"

Tak hanya itu. Kisah fenomenal Patagonian toothfish membuatnya makin istimewa. "Butuh kerja keras di lautan Antartika untuk mendapatkannya. Kerja keras para nelayan yang menangkapnya sungguh luar biasa."

Chef keturunan Italia-Argentina, Mauro Colagreco pun setuju. "Karena dijaring di bawah laut yang amat dingin, dagingnya sangat putih dan berlemak. Jika dipanggang, rasanya luar biasa lezat," kata kepala chef di Mirazur, Prancis. Berani untuk mencoba.(Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya