Review Film Korea Dark Nuns, soal Kekuatan Iman dan Karisma Song Hye Kyo sebagai Suster Nekat

Dark Nuns memang minim penampakan. Ketegangan dibangun dalam proses pengusiran setan yang panjang.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 22 Januari 2025, 21:30 WIB
Film Korea Dark Nuns. (Foto via Soompi)

Liputan6.com, Jakarta Sejak menit-menit awal film Korea Dark Nuns, penonton langsung dihajar dengan adegan bertensi tinggi. Sesosok remaja  bernama Hee Joon (Moon Woo Jin) yang diikat di sebuah kasur, ngamuk tanpa terkendali. Ia berteriak, tertawa terbahak-bahak, dan melempar sumpah serapah pada dua pastor yang terlihat panik menghadapi situasi ini. 

Di tengah kekalutan, datanglah Suster Giunia (Song Hye Kyo). Dengan jerigen besar berisi air suci di satu tangan, dan rokok yang menyala di tangan lain, ia masuk ke ruangan, bertatapan langsung dengan Hee Joon--dan makhluk yang merasuki tubuh remaja tersebut.  

Aneka makian dilayangkan Hee Joon kepada sang biarawati, namun Suster Giunia tak bergeming. Dengan wajah keras dan nada tegas, ia membacakan ayat suci lalu mengguyur Hee Joon dengan air suci. Suasana senyap. Namun kondisi tegang tak juga sirna. 

"Dia bersembunyi lagi," kata Suster Giunia, merujuk kepada makhluk yang merasuki tubuh Hee Joon yang kini lunglai.

Sesi eksorsisme ini tak berakhir sampai di sini. Suster Giunia bertekad kuat untuk menyelamatkan nyawa Hee Joon, meski harus gontok-gontokan dengan para petinggi gereja. 

Suster Michaela (Jeon Yeo Been) yang merupakan seorang dokter pun ia dekati. Michaela tak hanya memiliki akses ke rumah sakit tempat Hee Joon dirawat, Giunia tahu sang rohaniawati muda punya kelebihan yang selama ini ia sembunyikan dan tolak keberadaannya. 

Berdua, kedua suster mencoba melakukan pengusiran entitas jahat dalam tubuh Hee Joon, dengan cara apa pun.


Tak Mengandalkan Sosok Mengerikan

Film Korea Dark Nuns. (Next Entertainment World, Foto via Soompi)

Meski bergenre horor, jangan pikir penonton bakal diteror dengan kehadiran sosok-sosok mengerikan atau jump scare dalam film ini. Elemen ini dimasukkan secara sangat minim dalam Dark Nuns.

Selama hampir dua jam durasinya, film ini lebih mengedepankan suspense dalam dalam kehadiran entitas jahat--terutama pada proses eksorsisme yang memiliki porsi panjang di paruh akhir film.

Dark Nuns menampilkan dua elemen utama dalam okultisme. Yang pertama, kekuatan tipu daya iblis untuk manusia. Sumpah serapah, rayuan, permohonan, hingga upaya mempermalukan para rohaniawan keluar secara bergantian dari mulut Hee Joon.

Lanjut Baca:

Moon Woo Jin jelas punya tanggung jawab besar dalam film ini. Di paruh akhir Dark Nuns, saat sequence puncak, ia mesti menampilkan gestur besar yang membutuhkan fokus dan tenaga: menggeliat, meronta, serta misuh dalam bahasa Latin maupun Korea. Dalam konfrontasi di eksorsisme, ia adalah antitesis Suster Giunia yang dingin dan kokoh bak batu karang. Namun dalam bagian lain Moon Woo Jin juga mesti menampilkan emosi Hee Joon asli yang begitu putus asa, dan kedua sisi ini berhasil ia tampilkan dengan baik. Artinya, sudah sepatutnya sineas Negeri Ginseng memasukkan Moon Woo Jin dalam radar mereka ke depannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya