Pergeseran Tren, Benarkah Industri Perfilman Korea Selatan Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Dua film yang menghadirkan artis besar di Korea Selatan struggle di bioskop.

oleh Zulfa Ayu SundariDiterbitkan 21 Januari 2025, 19:30 WIB
Harbin dan Bogota (Foto: CJ Entertainment/ Megabox Plus M)

Liputan6.com, Jakarta Dua film Korea Selatan yang dirilis pada akhir tahun 2024 yang digadang-gadang akan sukses besar nyatanya menghadapi tantangan berat untuk konsisten menduduki puncak box office meski dibintangi aktor ternama.

Perubahan tren industri yang kini didominasi platform streaming dan dampak pandemi yang masih terasa membuat prospek penayangan di bioskop terasa suram. 

Salah satu film yang cukup struggle di bioskop adalah Harbin yang diproduksi CJ ENM dan dibintangi oleh Hyun Bin. Sejak dirilis pada Malam Natal 2024, film ini telah mengumpulkan 3,87 juta penonton berdasarkan data Dewan Film Korea (KOFIC). Sebenarnya, ini bukan angka yang kecil. Namun, pencapaian tersebut rupanya masih jauh dari target.

Dengan anggaran produksi sebesar 30 miliar won (sekitar 23 juta dolar AS), Harbin perlu menjual setidaknya 6,5 juta tiket untuk mencapai titik impas. Harbin sempat berada di puncak box office selama tiga minggu berturut-turut dan memperoleh rating 7,38 dari 10 di platform pencarian lokal Naver.

Dikutip dari situs Korea Herald, Selasa (21/1/2025), biaya besar yang dikeluarkan untuk produksi film ini sebagian besar berasal dari teknologi sinematografi canggih. Diketahui, Harbin menggunakan kamera Arri Alexa 65 yang juga digunakan dalam film Hollywood seperti Dune dan Mad Max.


Menggunakan Teknologi Canggih

Selain itu, teknologi drone dari Studio XM2, yang sebelumnya terlibat dalam Mission Impossible, juga digunakan untuk meningkatkan kualitas sinematografi. Pengambilan gambar di lokasi eksotis seperti Mongolia dan Latvia, termasuk adegan pertempuran berskala besar, semakin meningkatkan biaya produksi.

Diberitakan, tanda-tanda penurunan minat penonton mulai terlihat di minggu ketiga penayangannya. Disebutkan bahwa angka penjualan tiket harian Harbin mengalami penurunan sebesar 68 persen. Liburan Tahun Baru Imlek yang berlangsung pada 25-30 Januari diperkirakan dapat membantu meningkatkan jumlah penonton, tetapi belum tentu cukup untuk menutupi kekurangan pendapatan.

Meski begitu, pihak CJ ENM optimistis bahwa distribusi film ini ke 117 negara akan membantu menurunkan ambang batas impas.


Bogota Terseok-seok Raih Penonton

Selain Harbin, film lain yang mengalami kesulitan jauh lebih besar adalah Bogota: City of the Lost. Genre kriminal yang dibintangi Song Joong Ki ini hanya berhasil menarik 362.308 penonton sejak perilisannya pada malam Tahun Baru, berdasarkan data KOFIC terbaru.

Lanjut Baca:

Masih dilansir dari Korea Herald, film yang mengisahkan perjuangan seorang imigran Korea di dunia penyelundupan Kolombia ini memiliki anggaran sebesar 12,5 miliar won, tetapi saat ini hanya menempati peringkat kelima dalam daftar box office harian. Penjualan tiket harian Bogota semakin mengkhawatirkan, dengan hanya 6.104 penonton pada Kamis lalu, bahkan kalah dari film animasi anak-anak Pororo terbaru. Kegagalan ini menambah daftar panjang proyek layar lebar Song Joong Ki yang kurang sukses.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya