Liputan6.com, Banjarmasin: Minyak tanah menghilang di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebulan belakangan ini. Kini, warga kesulitan mendapatkan minyak tanah. Terlebih lagi, harga bahan bakar ini melonjak dari Rp 1.200 sampai Rp 1.700 per liter atau jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 1.000. Untuk itu pula mereka harus berada di antara antrean panjang di setiap agen dan pangkalan minyak.
Kelangkaan minyak tanah hampir merata di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Banjarmasin Barat, Utara, dan Selatan. Menurut pangkalan, kelangkaan disebabkan pasokan dari agen resmi Pertamina menurun. Kalau sebelumnya setiap pekan, mereka mendapat jatah enam tangki, sekarang hanya dua. Sayangnya, Depo Pertamina Trisakti Banjarmasin tak bersedia memberikan keterangan soal tersebut. Alasannya, penjelasan masalah ini menjadi wewenang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sebelumnya, kelangkaan minyak dilaporkan pernah terjadi di Riau [baca: Warga Riau Mengeluhkan Kelangkaan Minyak Tanah]. Selain sulit diperoleh, harga minyak tanah di tingkat eceran melonjak hingga dua kali lipat dari HET Rp 925 per liter. Ada dugaan jatah minyak tanah bagi warga diselundupkan ke luar negeri.(AWD/Emir Faisal)
Kelangkaan minyak tanah hampir merata di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Banjarmasin Barat, Utara, dan Selatan. Menurut pangkalan, kelangkaan disebabkan pasokan dari agen resmi Pertamina menurun. Kalau sebelumnya setiap pekan, mereka mendapat jatah enam tangki, sekarang hanya dua. Sayangnya, Depo Pertamina Trisakti Banjarmasin tak bersedia memberikan keterangan soal tersebut. Alasannya, penjelasan masalah ini menjadi wewenang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sebelumnya, kelangkaan minyak dilaporkan pernah terjadi di Riau [baca: Warga Riau Mengeluhkan Kelangkaan Minyak Tanah]. Selain sulit diperoleh, harga minyak tanah di tingkat eceran melonjak hingga dua kali lipat dari HET Rp 925 per liter. Ada dugaan jatah minyak tanah bagi warga diselundupkan ke luar negeri.(AWD/Emir Faisal)