Tenggat buat Kru <i>RCTI</i> Tak Terbatas

RCTI mengaku tak ada upaya lain memulangkan kedua kru mereka yang disekap GAM, selain meminta bantuan pemerintah, TNI, dan Penguasa Darurat Militer Daerah NAD. Kedua kru RCTI dilaporkan sehat.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Juli 2003, 05:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: TNI akhirnya memperpanjang tenggat bagi kru Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) Erza Siregar (reporter) dan Ferry Santoro (juru kamera) untuk keluar dari tempat separatis Gerakan Aceh Merdeka menyekap mereka. &quotSaya diberitahu bahwa sudah diperpanjang sampai waktu yang tak ditentukan. Dan, kami sangat berterima kasih tentunya,&quot ungkap Pemimpin Redaksi Pemberitaan RCTI Derek Manangka di Jakarta, Selasa (8/7).

Sejauhmana upaya RCTI mengupayakan krunya kembali? &quotTerus terang, RCTI tak punya sarana, kecuali minta bantuan kepada pemerintah, pihak TNI, dan Penguasa Darurat Militer Daerah&quot kata Derek. Apalagi, dia menambahkan, Erza dan Ferry adalah warga negara Indonesia. &quotKenapa warga asing seperti William Nessen seolah menjadi sangat istimewa dan sampai dijemput oleh Atase Pertahanan Kedutaan Besar Amerika Serikat? Nggak mungkin kan katakanlah dari RCTI punya dan akan menjemput pakai tank. Kan tidak masuk akal,&quot ujar bekas wartawan senior Surat Kabar Harian Media Indonesia ini.

Sebelumnya, Komando Operasi TNI di Nanggroe Aceh Darussalam memberi batas waktu bagi Erza dan Salim hingga pukul 18.00 WIB Selasa ini untuk kembali [baca: Batas Waktu Wartawan RCTI Habis]. Seperti diketahui, bersama seorang sopir dan dua perempuan, yakni Safrida dan Soraya, mereka disekap GAM di kawasan Peureulak sejak 30 Juni silam [baca: Reporter dan Juru Kamera RCTI Hilang di Aceh]. Sejauh ini, Ersa dikabarkan dalam keadaan sehat dan diperlakukan GAM dengan baik.(AWD/Arfan Yap Bano dan Erwin Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya