Saddam Hussein Muncul di Televisi <i>Al-Jazeera</i>

Rekaman suara pemimpin Irak Saddam Hussein itu mengajak pengikut setianya kembali mengangkat senjata untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dan Sekutu. CIA akan menyelidiki kebenaran rekaman itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Juli 2003, 14:14 WIB
Liputan6.com, Doha: Setelah kejatuhan Irak, Saddam Husein muncul untuk pertama kalinya di Stasiun Televisi Al-Jazeera, di Doha, Qatar, dalam sebuah rekaman video, Jumat (4/7). Rekaman yang tercatat bertanggal 14 Juni 2003, Saddam mengaku sehat walafiat dan masih berjuang bersama pasukan Fedayen. "Saya menyampaikan sebuah berita bagus: pasukan jihad akan kembali dibentuk," kata suara pemimpin Irak itu, menyemangati. Dia pun menyerukan agar rakyat Irak mengangkat senjata melawan AS dan Sekutu, seperti yang dilakukan para mujahid. Dalam gambar itu, Saddam tampil mengenakan seragam militer dan terlihat gemuk.

Pejabat Al-Jazeera mengaku memperoleh rekaman suara Saddam melalui satelit. Rekaman tersebut membuat warga Irak kaget. Sebab, tiga bulan sudah Saddam menghilang bak ditelan bumi pascaperang Teluk III. Sejumlah wartawan dan pihak yang sering mendengar Saddam berbicara, mengakui bahwa rekaman suara tersebut memang mirip dengan Saddam asli. Menurut mereka, karakter suara pemimpin Irak itu khas, yakni temponya lamban dengan pengucapan kalimat per kalimat panjang-panjang.

Kendati begitu, pemerintah AS belum yakin bahwa tayangan tersebut adalah Saddam. Menurut Juru Bicara Gedung Putih Ari Fleischer, Dinas Intelijen AS (CIA) akan menyelidiki rekaman itu. Jika terbukti sebagai suara asli Saddam maka diyakini bahwa pria itu selamat dari gempuran udara pasukan AS.

Juni silam, bekas Menteri Penerangan Irak Mohammed Saeed Al Sahaf juga muncul tiba-tiba dalam sebuah wawancara di televisi Abu Dhabi. Kala itu, Sahaf menyebutkan satu di antara penyebab penting kejatuhan Presiden Saddam Hussein adalah lantaran kesalahan laporan intelijen yang disampaikan kepadanya [baca: Menpen Irak Muncul]. Untunglah Sahaf bukan termasuk dari 55 pejabat yang tengah diburu militer AS, sehingga kemunculannya tak terlalu mengagetkan pemerintah Negara Paman Sam.

Sebenarnya, pasukan AS hanya memburu Saddam dan keduanya anaknya: Uday dan Qusay. Tak tanggung-tanggung, AS menawarkan imbalan US$ 25 juta bagi penangkap Saddam Hussein. Sementara buat penangkap Uday dan Qusay akan diberi duit US$ 15 juta. Perburuan besar-besaran ini dibenarkan Menteri Pertahanan AS Colin Powell [baca: AS Menawarkan US$ 25 Juta untuk Penangkap Saddam]. Sayembara ini diumumkan di Irak dan sejumlah negara Arab melalui media massa propaganda AS, Radio Sawa.(KEN/Kinanti Pinta)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya