Liputan6.com, Aceh Utara: Personel Detasemen Pemukul III Satuan Tugas Mobil Rajawali, Rabu (2/7) siang, menemukan tiga bungker yang diduga menjadi tempat anggota kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka bersembunyi. Ketiga bungker itu ditemukan pukul 11.00 WIB di kawasan Kecamatan Nisam, Aceh Utara, berkat laporan warga setempat. Satu dari tiga bunker tersebut terletak di rumah Bahtiar yang diduga sebagai juru penerangan GAM Wilayah Samudra Pasai.
Menurut Komandan Denkul III Satgas Mobil Rajawali Letnan Kolonel Rimbo Karyadi, bungker-bungker itu juga disangka menjadi tempat bermukimnya petinggi GAM. Ketika bungker digeledah, TNI menemukan sejumlah dokumen dan komputer milik GAM. Masih di Kecamatan Nisam, tepatnya di Desa Alu Garut, anggota Denkul III Satgas Mobil Rajawali dan Tim Penjinak Bahan Peledak TNI AD meledakkan bom rakitan yang diduga milik GAM. Bom rakitan berdiameter 50 sentimeter dan panjang satu meter itu ditemukan di tengah jalan di kawasan Desa Alu Garut. Menurut sejumlah anggota TNI, bom tersebut bisa menghancurkan satu truk besar, bahkan melemparkannya hingga 10 meter.
Pekan silam, personel Kompi C 202 menemukan bubuk potasium, kabel, serta sekarung urea di Kecamatan Nisam. "Bahan itu bisa digunakan membuat bom," kata Rimbo. Gerakan Personel Denkul III Satgas Mobil Rajawali juga sempat tertahan rintangan ketika masuk ke Desa Aludue dan Lhokdrien. Di sana, jalan masuk antara kedua desa itu telah dipasangi bom rakitan. Untung bom itu berhasil dijinakkan sebelum meledak [baca: Belasan Inong Bale Tertangkap di Banda Aceh].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Komandan Denkul III Satgas Mobil Rajawali Letnan Kolonel Rimbo Karyadi, bungker-bungker itu juga disangka menjadi tempat bermukimnya petinggi GAM. Ketika bungker digeledah, TNI menemukan sejumlah dokumen dan komputer milik GAM. Masih di Kecamatan Nisam, tepatnya di Desa Alu Garut, anggota Denkul III Satgas Mobil Rajawali dan Tim Penjinak Bahan Peledak TNI AD meledakkan bom rakitan yang diduga milik GAM. Bom rakitan berdiameter 50 sentimeter dan panjang satu meter itu ditemukan di tengah jalan di kawasan Desa Alu Garut. Menurut sejumlah anggota TNI, bom tersebut bisa menghancurkan satu truk besar, bahkan melemparkannya hingga 10 meter.
Pekan silam, personel Kompi C 202 menemukan bubuk potasium, kabel, serta sekarung urea di Kecamatan Nisam. "Bahan itu bisa digunakan membuat bom," kata Rimbo. Gerakan Personel Denkul III Satgas Mobil Rajawali juga sempat tertahan rintangan ketika masuk ke Desa Aludue dan Lhokdrien. Di sana, jalan masuk antara kedua desa itu telah dipasangi bom rakitan. Untung bom itu berhasil dijinakkan sebelum meledak [baca: Belasan Inong Bale Tertangkap di Banda Aceh].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)